Polisi Putar Balik 896 Kendaraan Pemudik di Hari Lebaran

ILUSTRASI: Suasana kemacetan DI KM 31Jalan Tol Jakarta Cikampek, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Kemacetan sepanjang 1 kilometer ini imbas pemeriksaan titik penyekatan larangan mudik lebaran, di Gerbang Tol Cikarang Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

ILUSTRASI: Suasana kemacetan DI KM 31Jalan Tol Jakarta Cikampek, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Kemacetan sepanjang 1 kilometer ini imbas pemeriksaan titik penyekatan larangan mudik lebaran, di Gerbang Tol Cikarang Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com – Gelombang arus mudik masih terlihat tepat di Hari Raya Idul Fitri 2021. Petugas kepolisian tercatat masih memutar balikan ratusan kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat.


Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali mengatakan, saat ini kebijakan larangan mudik masih berlaku sampai dengan 17 Mei 2021. Sehingga, ketika ada kendaraan mudik masih akan diputar balik.

“Ada 896 kendaraan diputar balik di GT Cikarang Barat,” kata Dermawan saat dikonfirmasi, Jumat (14/5).

Kendati demikian, petugas sudah tidak menemukan adanya travel gelap. Wargaa yang mudik seluruhnya menggunakan kendaraan pribadi. “Travel gelap hari ini nihil,” jelas Dermawan.

Diketahui, Operasi Ketupat Jaya 2021 dimulai pada 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB, dan berakhir pada 17 Mei 2021. Petugas akan melakukan penyekatan kepada warga yang hendak mudik. Pemudik yang terjaring operasi langsung diminta putar balik, kembali ke lokasi asal.

“Seluruh titik yang sudah kita persiapkan baik 17 titik check point maupun 14 titik penyekatan akan beroperasional mulai nanti malam pukul 24.00 WIB,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5).

Sambodo menuturkan, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sebanyak 1.313 personel dikerahkan melalukan penyekatan. Semua kendaraan yang melintas akan diperiksa satu per satu. Bagi yang terindikasi akan mudik, langsung diputar balikan.

Perjalanan hanya boleh dilakukan oleh kendaraan angkutan barang atau logistik, kemdaraan dinas, warga yang hendak mengunjungi orang meninggal dunia atau sakit, dan ibu hamil yang akan bersalin.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds