121.026 Napi Terima Remisi Khusus Lebaran, Jabar 11.776 Orang

Ilustrasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersujud syukur setelah bebas. Sebanyak 121.026 narapidana beragama Islam dari seluruh Indonesia terima pengurangan masa pidana atau hak Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis (13/5). (Dok. JawaPos.com)

Ilustrasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersujud syukur setelah bebas. Sebanyak 121.026 narapidana beragama Islam dari seluruh Indonesia terima pengurangan masa pidana atau hak Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis (13/5). (Dok. JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com – SEBANYAK 21.026 narapidana beragama Islam dari seluruh Indonesia terima pengurangan masa pidana atau hak Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis (13/5). Dari jumlah tersebut, sebanyak 120.476 orang mendapatkan RK I atau pengurangan sebagian dan 550 orang mendapatkan RK II atau langsung bebas.


“Pemberian RK Idul Fitri diharapkan memotivasi WBP untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga kepada wartawan, Rabu (12/5).

Tahun 2021 menurut Reynhard, jumlah penerima RK Idul Fitri terbanyak berasal dari wilayah Sumatera Utara yakni 14.906 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 13.223 orang, dan Jawa Barat sebanyak 11.776 orang.

Besaran pengurangan masa pidana yang diberikan meliputi 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga 2 bulan.

“Berdasarkan sistem database pemasyarakatan jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di seluruh Indonesia per tanggal 5 Mei 2021 sebesar 263.186 orang yang terdiri dari 210.647 narapidana dan 52.539 tahanan. Dari jumlah tersebut, terdapat 197.801 orang yang beragama Islam,” katanya.

Pemberian remisi kali ini juga menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp 62.313.840.000 dari rata-rata anggaran biaya makan sebesar Rp 17.000 per hari per orang.

Dirjenpas mengajak seluruh WBP untuk terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar tata tertib di Lapas/Rutan/LPKA sehingga dapat menjadi bekal mental positif untuk kembali ke masyarakat.

“Mengayomi serta memberikan bimbingan dan didikan kepada mereka berdasarkan Pancasila, kedepankan semangat kebhinnekaan, toleransi, hindari ujaran kebencian, serta laksanakan tugas dengan penuh integritas dan ketulusan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI),” ungkapnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds