Ustadz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia, UAS Sampaikan Duka Mendalam

POJOKBANDUNG.com – KABAR duka datang dari tokoh muslim Tanah Air. Penceramah Ustaz Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia di RS Prof Thabrani, Pekanbaru, Riau, Senin (10/5) pukul 18.40 WIB. Almarhum meninggal di umur 57 tahun.


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Alumni Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif dalam pesan singkat. Dirinya serta koleganya pun merasa kehilangan atas kepergian Tengku Zulkarnain.

“Atas nama pribadi dan segenap alumni 212 sangat merasa kehilangan dan dukacita mendalam atas kepergian beliau,” ujar dia kepada wartawan, Senin (10/5).

Slamet menuturkan sosok Tengku Zulkarnain yang merupakan pribadi yang berpendirian teguh. Ia juga mengenal almarhum merupakan orang yang istiqamah saat berdakwah.

“Beliau (Ustaz Tengku Zulkarnain) sosok yang teguh pendirian dan Istiqamah dalam berdakwah, tegas dan berani dalam membela pendiriannya,” katanya.

Eks Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) ini juga menyampaikan bahwa kesibukan Ustaz Tengku Zulkarnain belakangan ini adalah berdakwah. “Saya bersaksi beliau orang baik dan tulus dalam berdakwah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Tengku Zulkarnain lahir di Medan, Sumatera Utara pada 14 Agustus 1963. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia periode 2015-2020.

Sementaraitu, ucapan duka pun berdatangan dari berbagai kalangan, salah satunya Ustaz Abdul Somad (UAS). Pendakwah yang juga berasal dari Riau itu menyampaikan ungkapan duka mendalam atas meninggalnya gurunya tersebut.

“Senin, malam 29 Ramadan 1442H /10 Mei 2021. Jam 18.25. Guru kita aI-Mukarram Ustaz Tengku Zulkarnain sudah mendahului kita,” jelasnya dalam akun Instagram-nya ustadzabdulsomad_official.

Ia mengenal sosok Tengku Zulkarnain sebagai pria yang tidak memiliki rasa takut, khususnya dalam berdakwah. “Selama aku mengenal engkau, kesan ku, tak ada takut dalam dirimu. Takutmu engkau habiskan hanya untuk Allah,” terangnya.

Pertemuan terakhirnya adalah ketika keduanya berada di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang, Sumatera Barat. Di mana, almarhum menceritakan tentang pondok Tahfizh Qur’an yang ia bangun di Medan.

“Entah apa amal engkau guru, hingga doa kami kalah ingin berhariraya denganmu, Allah dan para malaikat-Nya lebih memilihmu untuk berada di tengah mereka pada hari besar itu. Engkau benar-benar kembali ke fitrah. Doakan kami supaya istiqomah. Makin sunyi jalan ini ku rasa,” tuturnya.

Ia mengenal sosok Tengku Zulkarnain sebagai pria yang tidak memiliki rasa takut, khususnya dalam berdakwah. “Selama aku mengenal engkau, kesan ku, tak ada takut dalam dirimu. Takutmu engkau habiskan hanya untuk Allah,” terangnya.

Pertemuan terakhirnya adalah ketika keduanya berada di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang, Sumatera Barat. Di mana, almarhum menceritakan tentang pondok Tahfizh Qur’an yang ia bangun di Medan.

“Entah apa amal engkau guru, hingga doa kami kalah ingin berhariraya denganmu, Allah dan para malaikat-Nya lebih memilihmu untuk berada di tengah mereka pada hari besar itu. Engkau benar-benar kembali ke fitrah. Doakan kami supaya istiqomah. Makin sunyi jalan ini ku rasa,” pungkasnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds