Sapri Pantun Meninggal Dunia setelah 4 Hari Tak Sadarkan Diri

Sapri pantun saat dirawat di RS Sari Asih Ciledug (Instagram Ruben Onsu)

Sapri pantun saat dirawat di RS Sari Asih Ciledug (Instagram Ruben Onsu)

RADARBANDUNG.id – KOMEDIAN Sapri Pantun menghembuskan napas terakhirnya malam ini (10/5) setelah waktu salat Maghrib.


Ia meninggal di ruang ICU Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang, usai beberapa hari mendapatkan penanganan intensif.

Bunda Neng dari manajemennya mengungkapkan bahwa Sapri Pantun meninggal setelah sekitar 4 hari sudah dalam kondisi tak sadarkan diri atau sejak Jumat (7/5) lalu.

Komedian yang kerap menyegarkan suasana lewat pantun ‘Masak Air’ di acara Pesbukers itu meninggal ditemani oleh adik sekaligus manajernya, Doli.

“Yang nemani dia di detik-detik terakhir si Doli. Dia memang yang selalu jaga di rumah sakit,” kata Bunda Neng kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon.

Doli sendiri sejak tadi sore sejatinya sudah diminta untuk wawancara oleh awak media di rumah sakit untuk sekedar update kondisi terkini Sapri Pantun. Namun Doli melalui pesan singkatnya sempat menolak karena sedang fokus menemani sang kakak.

Sekitar pukul 19.00 WIB usai Sapri Pantun dinyatakan meninggal dan  diminta untuk memberikan keterangan terkait meninggalnya sang kakak, ia tidak sempat karena masih sibuk mengurusi jenazah.

“Tolong, kami lagi sibuk urus jenazah. Nanti dulu ya kalau sudah tenang,” pinta Doli melalui pesan singkatnya.

Seperti diketahui, komedian Sapri Pantun dilarikan ke rumah sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang, usai drop pada Selasa (4/5) malam. Kondisi kesehatannya menurun akibat kadar gulanya sangat tinggi. Kadar gulanya mencapai 1000 mg/dl lebih.

Sebelum kondisi kesehatannya drop, Sapri sempat memeriksakan kondisi kesehatan ke salah satu rumah sakit di bilangan Bintaro.

Ia memeriksakan diri karena kondisi tubuhnya sudah kurang nyaman. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Sapri harus menjalani rawat inap karena kadar gulanya pada saat itu sangat tinggi.

Sejak Jumat (7/5) lalu, kondisi Sapri malah drop yang membuatnya tidak sadarkan diri.  Dalam kondisinya yang belum siuman, Sapri menjalani operasi pada bagian kakinya, kemarin.

Dokter sengaja mempercepat proses operasi  karena dikhawatirkan akan terjadi pembusukan pada bagian kaki dan harus diamputasi akibat gula yang dideritanya telah menyumbat pembuluh darah. Malam ini usai waktu salat Mghrib,komedian Sapri dinyatakan meninggal dunia.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …