2 Hari Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22 Ribu Kendaraan Diputar Balik

Ilustrasi: Pengendara diberhentikan di Bundaran Cibiru, perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Kamis (6/5)

Ilustrasi: Pengendara diberhentikan di Bundaran Cibiru, perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Kamis (6/5)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, berdasarkan catatan pihak kepolisian, ada sekitar 22 ribu kendaraan yang diputar balik selama 2 hari penyekatan jalan dalam rangka pelarangan mudik.


Sementara, total kendaraan yang diperiksa sudah mencapai 64 ribu.

Diketahui, ada sekitar 158 titik penyekatan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Emil, sapaan Ridwan Kamil, menilai pelaksanaan penyekatan jalan sangat potensial mengurungkan niat masyarakat untuk melakukan mudik.

Secara umum, Emil menyampaikan, berdasarkan pantauan pihak kepolisian lalu lintas menjadi lebih lengang.

“Proses pelarangan mudik berlangaung sangat dinamis, per hari Polda Jabar memutarbalikan sekitar 11 ribu kendaraan. Selama dua hari terakhir sudah 22 ribu yang diputarbalikan karena ketahuan curi-curi mudik dari total 64 ribu kendaraan yang dirazia atau diperiksa,” ungkapnya Emil, Jumat (7/5).

“Karena mungkin pemberitaan terjadinya dinamika luar biasa, kemarin itu membuat banyak yang mau mudik mengurungkan niat,” imbuh Emil.

Emil meminta masyarakat agar memahami kebijakan pelarang mudik ini. Tujuan kebijakan tersebut, katanya, bukan semata-mata menghalangi kemuliaan bertemu dengan sanak keluarga atau orang tua. Pelarangan terpaksa dilakukan karena situasi pandemi belum terkendali.

“Setiap libur panjang yang tidak terkendali keterisian rumah sakit melonjak ke 84 persen, kasus naik. Sekarang keterisian rumah sakit turun hanya 36 persen, tren ini harus dijaga dengan baik,” ungkapnya.

Pemeriksaan di pos-pos penyekatan akan terus dilakukan. Emil mengatakan, masyarakat atau para pengendara yang terlihat seperti akan mudik akan dicegat. Tak terkecuali untuk wilayah aglomerasi, mobilitas hanya diizinkan untuk kegiatan produktiftas, seperti bekerja.

“Yang terlihat ‘beberengkes’ (banyak barang bawaan), gayanya mau mudik, itu akan kita larang,” kata Emil.

Emil mengatakan, dari sekitar 300 penyekatan se-Indonesia setengahnya itu ada di Jabar, terdiri dari 20 penyekatan di jalan tol dan jalan nasional. Sisanya 130 titik lainnya adalah penyekatan di jalan lokal arteri melibatkan polsek terkait.

“Jadi tidak usah menyiasati (curi-curi mudik) nanti capek sendiri, semua potensi yang ke arah zona mudik itu ditutup. Contohnya yang paling utama ke Priangan kan itu arah Tasik dan Garut,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds