Terungkap di Persidangan, Saksi Sebut Habib Bahar Sudah Bayar Kompensasi Rp25 Juta untuk Korban Penganiayaan

Sejumlah saksi tengah memberikan kesaksiannya di sidang kasus penganiayaan yang menyeret Bahar bin Smith sabagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/5). FOTO: Muchammad Dikdik R Aripianto/Radar Bandung

Sejumlah saksi tengah memberikan kesaksiannya di sidang kasus penganiayaan yang menyeret Bahar bin Smith sabagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/5). FOTO: Muchammad Dikdik R Aripianto/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sidang kasus penganiayaan yang menyeret Bahar bin Smith sabagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/5).


Dihadirkan sejumlah saksi, di antaranya Hendri Nafis yang merupakan kakak ipar dari korban sekaligus pelapor.

Selain secara langsung, persidangan digelar secara virtual. Jaksa penuntut umum, pengacara, serta saksi hadir di ruang sidang. Sementara Habib Bahar mengikuti sidang dari Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Dalam persidangan, Hendri menyampaikan beberapa kesaksian seperti terkait permintaan perdamaian yang sempat disampaikan oleh pihak dari Habib Bahar.

Menurut keterangan Hendri, pihak Habib Bahar sempat menawarkan kompensasi sejumlah uang. Dalam persidangan, disebutkan uang itu senilai Rp 25 juta.

“Ada kesepakatan karena Habib mau bantu kompensasi keluarga berobat. Andri sejak sakit tidak narik dulu, Dikasih kompensasi,” kata Hendri dalam persidangan, Selasa (4/5).

Perdamaian itu buat secara tertulis, disepakati dan ditandatangani oleh habib Bahar dan pengacaranya serta pihak keluarga korban pada Oktober 2020.

Menurut Hendri, perwakilan Bahar hanya berbicara sekaligus silaturahmi saja.

Di samping itu, Hendri menyampaikan, akibat penganiayaan Andriansyah jatuh sakit sehingga tak bekerja sebagai sopir taksi online selama 10 hari.

Hendri menjelaskan terkait luka korban akibat kejadian penganiayaan. Namun, Hendri mengaku tak mengetahui kornologis kejadian secara pasti.

Usai mendapatkan pengobatan, kata Hendri, dia pun lantas membawa Andriansyah pulang. Selang sepekan kemudian, kata dia, ada yang datang ke rumah perwakilan dari Habib Bahar yang kemudian membicara terkait perdamaian.

“Luka sedikit, seperti jatuh. Awalnya tidak tahu itu karena apa, sekarang tahu karena ada insiden malam itu (penganiayaan). Untuk kronologi tidak tahu. (Korban) hanya cerita kalau ia dipukul, waktu itu tidak tahu siapa yang memukul,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap seorang driver online. Peristiwa itu terjadi di Bukit Cimanggu City, Blok KD Carwood Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor, Selasa, 4 September 2018 lalu.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …