Jelang Lebaran, Stok Pangan di Bandung Barat Aman

Ilustrasi

Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjamin stok kebutuhan pokok jelang Lebaran 1442 Hijriah masih mencukupi. Bahkan stok bahan pokok itu masih aman hingga Juni 2021.


Kepala Seksi Bina Usaha Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Suwandi menjelaskan, pihaknya telah memantau stok bahan pokok di sejumlah pasar Pemda Bandung Barat, yang meliputi Pasar Batujajar, Pasar Cililin, Pasar Sindangkerta, Pasar Lembang, Pasar Tagog Padalarang, Pasar Cisarua, dan Pasar Rajamandala.

“Stok pangan di wilayah Kabupaten Bandung Barat menjelang lebaran Iedul Fitri cukup memadai,” katanya, Selasa (4/5).

Ia menambahkan, dari sejumlah pasar tersebut tercatat stok beras 743,6 ton, gula pasir 54,45 ton, minyak goreng 124,43 ton, daging sapi 100,49 ton, daging ayam 168,07 ton, telur ayam 122,45 ton, susu 1.169 dus dan stok garam beryodium 72,5 ton.

“Bahan pokok ini bisa cukup sampai bulan Juni 2021 Jika terjadi peningkatan konsumsi, Disperindag menyediakan alternatif cara dengan menggelar operasi pasar. Namun langkah itu akan diambil jika kondisi stok barang dan harga sudah tidak terkendali,” katanya.

Suwandi menjelaskan, wilayah KBB dikategorikan sebagai daerah dengan masyarakat bercorak konsumtif. Meski sejumlah komoditi diproduksi di KBB, namun produsen menjual langsung ke pasar induk di Kota Bandung. Hal itu mempengaruhi stok dan harga di Bandung Barat.

“Perlu diketahui bahwa KBB adalah wilayah konsumtif, meski memproduksi barang kebutuhan pokok tetapi petani menjual barangnya tidak di pasar yang ada di KBB,  tapi ke pasar induk yang ada di Kota Bandung. Makanya stok pangan dan harga di KBB tergantung dari pasar induknya yang ada di Kota Bandung,” paparnya.

Sementara itu, kebutuhan daging sapi jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah mulai meningkat. Permintaan besar terhadap daging sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat harga komoditas ini mulai meroket ke angka Rp130 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan Disperindag KBB di sejumlah pasar Pemda Bandung Barat, meliputi Pasar Batujajar, Pasar Cililin, Pasar Sindangkerta, Pasar Lembang, Pasar Tagog Padalarang, Pasar Cisarua, dan Pasar Rajamandala, harga daging sapi berkisar antara Rp 120.000-130.000 per kilogram.

“Perkembangan harga yang mengalami kenaikan menjelang Lebaran Idulfitri yaitu daging sapi yang biasa harga rata-rata Rp 110.000 harga sekarang Rp 120.000-130.000,” ucapnya.

Selain daging sapi, komoditi yang mengalami kenaikan yaitu daging ayam, bawang merah, dan gula putih. Harga daging ayam biasanya Rp30.000-32.000 per kilogram, naik menjadi Rp35.000-36.000 per kilogram.

Bawang merah harga normal Rp30.000 per kilogram, naik menjadi Rp32.000- 35.000. Sedangkan gula putih yang biasa harga Rp12.500 per kilogram, harga hari ini Rp13.000-14.000 per kilogram.

“Harga kepokmas lain masih stabil dan stok pangan di pasar tradisional dan pasar modern cukup berlimpah,” tambahnya.

Suwandi menjelaskan, wilayah KBB dikategorikan sebagai daerah dengan masyarakat bercorak konsumtif. Meski sejumlah komoditi diproduksi di KBB, namun produsen menjual langsung ke pasar induk di Kota Bandung. Hal itu mempengaruhi stok dan harga di Bandung Barat.

“Perlu diketahui bahwa KBB adalah wilayah konsumtif, meski memproduksi barang kebutuhan pokok tetapi petani menjual barangnya tidak di pasar yang ada di KBB, tapi ke pasar induk di Kota Bandung. Makanya stok pangan dan harga di KBB tergantung dari pasar induknya yang ada di Kota Bandung,” paparnya.

“Untuk wilayah KBB Insyaallah, pedagang, grosir, dan distributor siap memasok barang ke KBB, jadi istilahnya tinggal belanja ke pasar induk, apa lagi didukung sama minimarket yang tersebar sampai pelosok bisa memasok lebih kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …