Sepeda Motor Terbakar Gara-gara Bocah Main Petasan di Cicadas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Nasib sial dialami keluarga Ferru Adika Zakaria yang tinggal di Gang Nanawi, Jalan Asep Berlian, Kelurahan Cicadas, Kota Bandung.


Sepeda motor milik keluarga itu hangus terbakar diduga akibat ulah iseng anak-anak yang bermain petasan.

Ferru mengungkapkan, peristiwa terjadi saat mereka sekeluarga tengah bersantap buka puasa. Mereka terkejut saat tetangga tiba-tiba datang, lalu memberi tahu bahwa sepeda motor yang terparkir di depan rumahnya terbakar.

“Saya baru pulang kerja sekitar jam 18.00 WIB. Ketika sedang berbuka, tiba-tiba tetangga manggil-manggil, berteriak motor kebakar sama anak-anak kecil yang main petasan,” ungkap Ferry saat dihubungi, Minggu (2/5).

Secara detil, Ferru maupun tetangga sekitarnya tak mengetahui persis petasan itu dilempar atau dimasukkan ke dalam motor. Ferru mengaku, telah menyakan hal itu kepada anak-anak sekitar, namun tak satupun yang mengaku.

“Tidak ada yang mau mengaku,” ucap Ferru.

Atas kejadian Sabtu (1/5) lalu itu, Ferru mengaku merasa resah dengan anak yang kerap bermain petasan. Keresahan itu tak hanya dirasakan oleh Ferru.

Seorang warga lain, Irvan Fauzi merasakan keresahan yang sama. Ia membenarkan bahwa anak-anak di sekitar lokasi kejadian memang sering bermain petasan. Bahkan, katanya, sering sengaja di lempar ke depan rumah.

“Apalagi setiap beres tarawih, mereka melempar ke jalan raya,” ungkap Irvan. “Saat kejadian motor terbakar, warga sigap menyiram, berupaya memadamkan. Alhamdulillah, tidak lama setelah itu api bisa mati,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Jaya Sampurna menyampaikan, polisi akan menindak tegas warga yang bermain petasan. Polisi tak segan melakukan razia jika menerima laporan keresahan warga.

“Kalau ada informasi dari warga terkait adanya oknum yang bermain petasan, akan segera kami razia,” katanya.

Bermain petasan sendiri ternyata dapat dikenai sanksi pidana yang tak main-main. Misalnya, mereka yang bermain petasan dan menimbulkan keresahan hal negatif kepada masyarakat dapat dijerat Pasal 187 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara selama 12 tahun.

Lebih berat, ketika ledakan tersebut mengancam nyawa atau menyebabkan kematian, hukuman pidana dapat diperpanjang sampai 20 tahun.

Sementara itu, oknum yang menjual atau mendistribusikan petasan kepada masyarakat dapat dikenai Undang-undang Darurat No 12/1951 Pasal 1 ayat (1) dan terancam hukuman penjara sesedikit-sedikitnya selama 20 tahun dan bisa juga dihukum mati atau dipenjara seumur hidup.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds