May Day, Ribuan Buruh di Jabar Terima Paket Sembako

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Dodo Suharto menyerahkan bantuan paket sembako kepada perwakilan buruh, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Sabtu (1/5).

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Dodo Suharto menyerahkan bantuan paket sembako kepada perwakilan buruh, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Sabtu (1/5).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Kanwil Jawa Barat menyalurkan ribuan paket sembako untuk buruh.


Bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus memperingati Hari Buruh Internasional atau may day yang jatuh pada 1 Mei.

Penyerahan bantuan paket sembako dilaksanakan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Sabtu (1/5).

Dalam kegiatan itu juga dihadiri Kepala Disnakertrans Jabar, Rachmat Taufik Garsadi, perwakilan DPP Apindo Jabar dan stakeholter lainnya.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Dodo Suharto mengatakan, peringatan hari buruh internasional di tengah pandemi Covid-19 ini diisi dengan kegiatan bagi-bagi sembako. Tujuannya dalam rangka empati BPJAMSOSTEK terhadap buruh yang terdampak pandemi Covid-19.

“Bantuan ini dibagikan kepada perwakilan buruh di Jabar sebanyak 3.655 paket. Mudah-mudahan bisa meringankan beban para pekerja atau buruh, khususnya di tengah pandemi Covid-19,” ucap Dodo saat ditemui disela kegiatan.

Selain itu, Dodo menyebut, bantuan yang sudah disalurkan BPJAMSOSTEK bukan hanya paket sembako. Saat ini pihaknya sudah memproses beasiswa pendidikan hingga jenjang S1 untuk anak dari ahli waris peserta yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau meninggal karena sakit.

“Hingga saat ini, totalnya ada 1.711 anak di Jabar yang mendapat beasiswa pendidikan dan sedang diproses sampai Idul fitri nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jabar, Rachmat Taufik Garsadi mengungkapkan, bantuan yang diberikan BPJAMSOTEK kepada buruh atau putra-putri dari ahli waris peserta merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian.

“Intinya bukan soal pemberiannya, tapi bentuk apresiasi kepedualian kepada buruh,” imbuhnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut secara tidak langsung selain membantu buruh juga sebagai suntikan motivasi baik bagi pemberi kerja atau buruh di tengah ekonomi yang terdampak gegara pandemi Covid-19.

“Tentu bantuan sembako ini sangat diperlukan, apalagi dimasa pandemi seperti sekarang,” terangnya.

Berdasarkan data, sambung Rachmat, jumlah buruh yang terdampak Covid-19 angkanya terus berubah. Dari banyaknya buruh yang dirumahkan atau di PHK pada 2020, saat ini sudah mulai kembali bekerja seiring dengan kondisi yang mulai berangsur membaik lantaran adanya relaksasi disektor ekonomi.

“Contohnya karyawan hotel, tahun kemarin banyak yang dirumahkan tapi sekarang sudah banyak yang kembali bekerja karena tingkat okupansi kunjungan wisatawan mulai membaik. Ada juga perusahaan ekspor yang sudah melakukan aktivitasnya, walau masih perlahan,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial DPP Apindo Jabar, Hermansyah mengapresiasi kepedulian BPJAMSOSTEK terhadap para pekerja atau buruh di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sangat mengapresiasi program bantuan untuk buruh ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus mempererat jalinan komunikasi dan silaturahmi antara buruh, perusahaan atau pemberi kerja, pemerintah khususnya dengan BPJAMSOSTEK,” tandansya.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …