Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para UMKM di tengah pandemi.


Kerja sama tersebut dijalin dengan e-commerce Evermos yang fokus memanjukan UMKM lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Atet Handiman mengatakan,
pertumbuhan UMKM di masa pandemi perlu diakselerasi dengan digitalisasi pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

Sebab, kata dia, UMKM yang mampu bertahan selama pandemi Covid-19 adalah UMKM yang mampu berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Kerja sama dengan Evermos ini, kata dia, diharapkan menjadi solusi dari tantangan pemasaran yang kerap dialami UMKM selama ini.

“Jadi, diharapkan menjadi sebuah sistem yang mengonsolidasikan para UMKM, dan UMKM sendiri akan terbantu usahanya,” ujar Atet di Balai Kota Bandung, Senin (19/4/2021).

Dikatakan Atet, kerjasama yang dijalin bersama e-commerce Evermos ini pun efektif menyerap UMKM.

Menurutnya, di masa pandemi ini saja sudah ada sekitar 354 UMKM lokal Kota Bandung yang terserap dengan omset mencapai Rp. 20 Miliar.

“Saya melihat dari starting point seperti itu saya optimis lah, sehingga bentuk pemasaran produk UMKM itu akan lebih bervariasi dengan platformnya yang dibangun oleh Evermos ini dan mudah-mudahan bisa mengakselerasi pemasaran produk secara luas,” katanya.

Ghufron Mustaqim Co-founder Evermos menambahkan, tujuan dari platform Evermos adalah pemberdayaan produk-produk asli Indonesia. Selain itu, pihaknya juga membuka peluang usaha bagi mereka yang tertarik untuk menjual produk-produk yang tersedia di platformnya.‎

“Dari sisi suplai kita ingin memberdayakan lokal brand atau UMKM kemudian di sisi demand kita memberdayakan reseller. Bagi reseller, platform ini membantu mereka memulai bisnis Online tanpa harus butuh modal, tanpa harus nyetok barang, tanpa harus ribet mempacking mengirimkan, karena semua semua diurus oleh Evermos,” ujar Gufron.

Gufron mengungkapkan, lebih dari 1000 UMKM dari seluruh Indonesia yang telah bergabung bersama Evermos. Pihaknya, terus berupaya untuk menjaring lebih banyak UMKM dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah.‎

“Sejauh ini yang sudah pernah jualan, jumlahnya lebih dari seribu, kita harapannya bisa jauh lebih besar lagi, dengan Pemkot Bandung kita ada banyak sisi kerja sama, mereka ada binaan UMKM, kami membantu mendampingi komersialisasi, lalu dengan Dinsos melalui program penanggulangan kemiskinan mereka bisa jadi reseller,” katanya.

Gufron menegaskan, tidak semua produk UMKM dapat bergabung di Evermos. Mereka yang mau bergabung akan diseleksi untuk menjaga kualitas dan efektivitas penjualan.

“Pertama kita negosiasi dari segi harga, kita harus mendapat harga terbaik, kedua itu margin terbaik mayoritas dari margin itu akan jadi komisi reseller, tentu kalau berkaitan dengan makan dan obat harus ada izin, dari sisi badan hukumnya tidak harus PT, bisa CV, Koperasi, bahkan unit pondok pesantren, perseorangan juga bisa, yang penting dia pemilik brand itu,” ucapnya.

Platform Evermos sendiri hanya menjual produk-produk lokal dari berbagai UMKM. Tidak hanya menjual, platform tersebut juga membantu UMKM dalam hal pengiriman, menyesuaikan harga pasar, dan membantu menyiapkan layanan pelanggan (customer service).

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …