Duh! Perawat Diduga Berbuat Asusila, Pasien Polisikan Pelakunya

POJOKBANDUNG.com – Seorang pegawai rumah sakit swasta dilaporkan ke polisi karena dituduh melakukan tindakan asusila saat melakukan perawatan. Korban tidak bisa berontak karena saat itu dalam kondisi lemas.


Danny Wijaya, pengacara DD selaku pelapor, mengatakan, dirinya mengirim permohonan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) ke Satreskrim Polrestabes Surabaya Selasa (13/4). Advokat itu ingin mengetahui perkembangan kasus yang dilaporkan kliennya.

”Laporannya lebih dari sebulan, tetapi belum ada perkembangan dari penyidik,” tuturnya.

Laporan itu, kata dia, dibuat pada 23 Februari. DD, kliennya, mengaku menjadi korban pencabulan saat dirawat di sebuah rumah sakit swasta. Dia melaporkan RK, pegawai rumah sakit yang merawatnya saat itu.

Danny menjelaskan, kliennya masuk ke rumah sakit karena sakit lambung pada Minggu (21/2). Kondisi DD tidak sadar saat dibawa ke rumah sakit. ”Diantar suami dan temannya,” terangnya.

DD selanjutnya dibawa ke ruang perawatan. Danny menyebut kliennya dirawat terlapor. Di ruang perawatan itu, kliennya mulai sadar. Namun, kondisinya lemah.

Menurut dia, pelapor merasakan kejanggalan dalam perawatan. RK dinilai sengaja menyenggolkan tangannya ke bagian tubuh yang sensitif saat melakukan tensi darah. Tidak hanya sekali, tapi sampai dua kali.

Danny mengatakan, terlapor melakukan tindakan lebih parah setelah melakukan tensi darah ke bagian tubuh yang sensitif itu, lalu pergi meninggalkan ruang perawatan.

DD, kata dia, saat itu tidak bisa berontak atau melawan. Sebab, kondisi tubuhnya tidak stabil. Dia lemas karena menahan rasa sakit. ”Klien saya langsung minta pulang ke suaminya karena trauma,” jelasnya.

Danny menerangkan, pihaknya sudah mengadukan masalah itu ke rumah sakit. Bahkan, pernah ada mediasi yang juga dihadiri bhabinkamtibmas. Namun, mediasi itu menemui jalan buntu. ”Pihak rumah sakit tidak mau untuk sekadar minta maaf,” ujarnya. Karena itulah, kliennya membawa masalah tersebut ke polisi. ”Dari awal prosedurnya sudah janggal. Pasien perempuan ditangani perawat laki-laki,” sambungnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian yang dikonfirmasi secara terpisah menyatakan bahwa perkara itu sudah diproses. Laporan korban diusut unit perlindungan perempuan dan anak (PPA).

Oki menuturkan, penyidik sudah meminta keterangan pelapor. Visum juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan unsur pidana. ”Kasusnya masih dalam penyelidikan. Penyidik sudah dan akan memeriksa beberapa saksi untuk mendapatkan titik terang,” katanya.

(jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …