Sudah Tiga Kali Rumah Seno Disatroni Maling

ILUSTRASI: Sejumlah barang bukti kendaraan roda dua hasil curian diamankan aparat kepolisian.(foto: IST)

ILUSTRASI: Sejumlah barang bukti kendaraan roda dua hasil curian diamankan aparat kepolisian.(foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dua orang komplotan pelaku curanmor menyatroni sebuah rumah milik warga RT 05/ RW 03, Citepus Cibadak, Pagarsih, Kota Bandung. Kejadian berlangsung sekira pukul 04.00 WIB, Minggu (28/3/2021). Satu unit sepeda motor pun raib.


Dari tayangan CCTV rumah yang diperlihatkan kepada Radar Bandung, tampak dua orang yang diduga pria dewasa terlibat aksi curanmor itu. Seorang pelaku berperan sebagai pengintai, berjaga di motor milik mereka. Seorang lain sebagai eksekutor.

Diduga, pelaku sudah piawai melakukan aksi curanmor. Pasalnya, meski gerbang rumah dikunci dua gembok dan motor dikunci stang, garong itu bisa tetap sukses lemancarkan aksinya hanya dalam hitungan sekira kurang dari lima menit.

Dari pantauan CCTV, pelaku curanmor itu tampak mengenakan helm. Sayangnya, wajah kedua pelaku maupun plat nomor yang dikenadarai salah seorang di antaranya tak terlihat jelas.

“Subuh tadi kejadiannya, baru sadar jam 07.00 WIB, gerbang sudah kebuka padahal digembok, atas-bawah. Motor kunci stang juga. Motor Vario 150, tahun 2014, plat nomor D 5408 MR,” ungkap penghuni rumah, Seno (25), kepada Radar Bandung, Minggu (28/3/2021).

Seno menyampaikan, dalam setahun terakhir, rumahnya sudah tiga kali disantroni maling. Pada Januari lalu, komplotan maling masuk ke rumahmya, berhasil menggasak sejumlah barang berharga seperti dua laptop, satu notebook, satu jam tangan mewah, liontin mas kawin, helm, tibangan badan, uang tunai.

“Sebelumnya, 2020 lalu pernah hilang motor juga. Posisi di depan rumah, di luar gerbang. Padahal waktu itu sore hari. Tetangga di sini juga pernah katanya pernah hilang tahun 2018, 2019,” katanya.

Hingga kemarin, Seno mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Kendati demikian, dia berharap hal tersebut menjadi perhatian luas, baik pihak kepolisian atau masyarakat sekitar. Ia berharap, warga bisa lebih waspa agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Kondisi di ini sepi, termasuk rawan, ya” pungkasnya.

(muh/b)

Loading...

loading...

Feeds