Bekasi Pede Helat KBM Tatap Muka

BELAJAR TATAP MUKA: Sejumlah siswa melaksanakan pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon, Bekasi Selatan, Selasa (23/3/2021) (foto: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI)

BELAJAR TATAP MUKA: Sejumlah siswa melaksanakan pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon, Bekasi Selatan, Selasa (23/3/2021) (foto: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI)

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memiliki alasan tersendiri mengapa pihaknya kembali menggelar KBM tatap muka. Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan alasan utamanya ialah kebutuhan terhadap sistem pembelajaran yang efektif selain daring yang sudah berjalan kurang lebih setahun.


“(Alasan) pertama kebutuhan akan sekolah tatap muka. Karena daring itu kita tahu sendiri anak-anak banyak yang merasa tidak efektif dan satu lain hal,” kata Politikus Golkar tersebut, kemarin.

Selain itu lanjut dia, situasi sebaran Covid-19 di Kota Bekasi. Berdasarkan data sebaran, hampir kurang lebih 92 persen wilayah tingkat RT masuk kategori zona hijau.

“Kita ada 7.000-an RT, dari jumlah itu sekarang yang terdata zona merah ada sekitar 540-an, artinya kan itu sekitar 92 persen yang zona hijau,” jelasnya.

Tingkat zona kerawanan sebaran Covid-19 dilihat dari, jumlah warga di suatu RT yang terkonfirmasi Covid-19.

Pepen menyebutkan, dibukanya pembelajaran tatap muka ialah, sebagai bentuk upaya mengembalikan kondisi kehidupan warga di sektor pendidikan.

“Kita berupaya meyakinkan, Covid-19 kita kendalikam bersama-sama, anak-anak jalan dan pulang sekolah dijemput, mebawa bekal masing-masing, sehingga sama-sama diawasi,” tegasnya.

Diketahui Pemerintah Kota Bekasi resmi membuka kegiatan pembajaran tatap muka, kebijakan ini selanjutnya disebut adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) Satuan Pendidikan.

ATHB-SP sudah dimulai sejak, Senin (22/3/2021) kemarin, terdapat 110 sekolah swasta/negeri tingkat SD dan SMP yang memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.

(dil/pjk)

Loading...

loading...

Feeds