Meresahkan, Anak Punk Diamankan Satpol PP

SANKSI : Anak punk yang terjaring razia didata dan dikenai sanksi push up oleh petugas dinas sosial, Rabu (24/3/2021) (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

SANKSI : Anak punk yang terjaring razia didata dan dikenai sanksi push up oleh petugas dinas sosial, Rabu (24/3/2021) (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Subang, melakukan razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Hasilnya, 10 orang yang terdiri dari anak punk yang kerap berkeliaran di kota Subang terjaring razia, Rabu (24/3/2021).


“Total ada sepuluh anak punk, mereka akan langsung dikirim ke Panti Sosial. Razia dilakukan pada siang tadi,” ucap Kasatpol PP Subang Dikdik Solihin saat dihubungi,kemarin.

Razia tersebut adalah razia rutin yang dilakukan Satuan Polisi Pamang Praja yang dilakukan di beberapa wilayah Subang, tidak tersentral di satu lokasi.

“Selain di alun-alun Subang,  yang mana bisa dijadikan tempat nongkrong anak anak punk, kami juga melakukan oprasi dibeberapa wilayah kota Subang. Dan hasilnya sepuluh anak punk berhasil kita amankan saat berkeliaran di  kawasan lampu merah Cadika Subang,” jelasnya.

Masyarakat mulai resah karena ulah dari anak punk yang kerap meminta minta dan mengamen di beberapa titik lampu merah di wikayah Subang Kota.

“Ini banyak laporan dari masyarakat, sehingga langsung kita tindak lanjuti. Kebanyakan anak punk yang sering di angkot-angkot dan ‘Pak Ogah’ meminta-minta kepada masyarakat dengan cara memaksa,” ungkap Dikdik.

Kesepulah anak punk tersebut kemudian diserahkan ke pihak Dinas Sosial Subang untuk dilakukan pembinaan agar tak berkeliaran lagi di wilayah Subang Kota.

“Pihak kami hanya mengamankan saja, untuk selanjutnya kita serahkan ke pihak dinsos untuk dilakukan pembinaan dan pendataan,” katanya.

Dikatakan Dikdik, Pihak Satpol PP akan terus berkomitmen menertibkan keberadaan anak jalanan, termasuk keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun pengemis karena keberadaan meraka sangat mengganggu ketertiban umum, telebih penguna jalan. “Adapun, kesepuluh anak punk itu terdiri dari tujuh laki laki dan tiga perempuan.

Mereka berasal dari beberapa daerah di luar kabupaten Subang, bahkan ada dari luar jawa barat.” Warga Subang hanya dua orang ,dari Compreng dan seorang perempuan dari jalancagak,”pungkas Dikdik Solihin.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …