Tiga Kepala Desa Ngadu ke Dewan

KETERANGAN : Komarudin, Kades Wantilan saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (22/3/2021). (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

KETERANGAN : Komarudin, Kades Wantilan saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (22/3/2021). (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Tiga kepala desa (Kades) di kecamatan Cipeundeuy, kabupaten Subang mendatangi dan mengadukan permasalahan di wilayahnya ke DPRD Subang, Senin (22/3/2021).


Diketahui, kedatangan para kepala desa tersebut untuk mengadukan masalah di wilayahnya masing masing, terkait rencana dijadikan kawasan industri.

Ada beberapa masalah yang diadukan, seiring wilayah tiga desa kecamatan Cipeundeuy yang rencananya akan dijadikan kawasan zona industri, meliputi desa Wantilan, Kosar dan Sawangan.

“Menurut kami, hal ini tentunya perlu kajian bersama, termasuk dengan DPRD. Jangan sampai, warga kami kehilangan pekerjaan akibat lahan yang digarapnya dijadiakan kawasan industri,” ujar Kades Wantilan Komarudin, Senin (22/3/2021).

Selain itu, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) juga harus dipersiapkan juga dan harus betul betul siap. Selian itu masih banyak permasalahan yang akan dihadapi, terutama bagi warga di tiga desa meliputi, desa Wantilan, Kosar dan desa Sawangan, kecamatan Cipeundeuy.

“Karena itu, kami mengadukan ke DPRD Subang. Harapannya, aspirasi kami agar  ditindaklanjuti, baik oleh dinas terkait, Pak Bupati, Pak Gubernur. Tujuannya tak lain, apapun itu, benar benar membawa kesejahteraan untuk masyarakat Subang umumnya dan jawa barat,” harapnya.

Anggota Komisi III DPRD Subang Mas Roni menjelaskan, membenarkan tadi kami  telah hearing dengan tiga kepala Desa yaitu Kepala Desa Wantilan, Kosar dan Sawangan.” Iya, tadi kami hearing dengan tiga Kepala Desa terkait akan dibangun kawasan industri. DPRD siap mengawal apa yang menjadi aspirasi ke tiga desa tersebut,” ujaranya.

Pihaknya pun membenarkan di wilayah tiga desa tersebut, akan dijadikan zona kawasan industri. “Iya, di kawasan tiga desa itu akan dijadikan kawasan industri. Nanun terkait pembebasan lahan masih ada kendala ,karena harus membebaskan tanah seluas 2000 hektar,” pungkasnya.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds