Program CSR PLN Berhasil Sejahterakan Masyarakat

PENANAMAN BIBIT POHON: PLN UPT Bandung lewat program CSR melakukan penanaman 4.000 bibit kopi Arabika di lahan seluas 6,8 di area pegunungan Pasir Munding, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. (foto: IST)

PENANAMAN BIBIT POHON: PLN UPT Bandung lewat program CSR melakukan penanaman 4.000 bibit kopi Arabika di lahan seluas 6,8 di area pegunungan Pasir Munding, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. (foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berkomitmen menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk mendorong kegiatan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas masyarakat. Salah satunya kegiatan usaha berwawasan lingkungan yang diwujudkan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).


Seperti halnya yang dilakukan PLN UPT Bandung lewat program CSR berupa penanaman 4.000 bibit kopi Arabika di lahan seluas 6,8 di area pegunungan Pasir Munding, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Program yang sudah digulirkan sejak 2 Agustus 2017 tersebut saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar khususnya para petani.

Manager PLN UPT Bandung, Imam Makhfud menjelaskan, program CSR tersebut diharapkan dapat mengasah keterampilan masyarakat setempat dalam memberdayakan kopi dan membuka alternatif penghasilan lain.

“Alhamdulillah sejak program CSR bergulir pada 2017 lalu masyarakat setempat kini sudah merasakan manfaatnya,” ucap Imam, kemarin.

Kata Imam, melalui program CSR tersebut diharapkan terciptanya lingkungan yang aman dan terkendali di sekitar Jaringan SUTT 150 kV Wayang Windu–Kamojang T.28–T.29. Selain itu, sambung Imam, dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian serta mengubah paradigma masyarakat petani holtikultura dari tanaman keras ke tanaman yang lebih produktif dan aman tehadap jaringan.

“Kami juga mengajak masyarakat sekitar jalur transmisi untuk selalu peduli tehadap lingkungan dan membantu menjaga ROW sistem transmisi,” tuturnya.

Pegunungan Pasir Munding, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari
berada tepat di bawah SUTT 150 kV Wayang Windu–Kamojang T.28-29. Sebelum ada bantuan CSR dari PLN, lahan tersebut ditanami pohon keras kayu putih di beberapa wilayah. Sedangkan di wilayah
lainnya hanya tanaman-tanaman liar yang mengakibatkan lahannya rawan longsor. Daerah ini juga tidak dikelola dengan baik oleh warga sekitar, sehingga seringkali pohon keras yang tumbuh di wilayah sekitar dapat mengganggu ROW SUTT 150 kV Wayang Windu–Kamojang T.28-29.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Enjang Mulyana mengatakan, bantuan CSR dari PLN berupa bibit pohon kopi yang digulirkan pada 2017 lalu sudah sangat membantu masyarakat.

“Sebelum ada bantuan CSR PLN, dulu di sini rawan longsor. Tapi sekarang tidak karena ada pohon kopi. Selain melestarikan lingkungan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Enjang.

Sejak digulirkan program CSR pada 2017 lalu, sambung Enjang, saat ini masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Bahkan, tahun ini ia bersama petani kopi lainnya sedang mempersiapkan masa panen.

“Alhamdulilah dari segi manfaatnya bisa membantu ekonomi masyarakat dan kelompok tani. Tahun ini kami sedang siap-siap panen untuk kedua kalinya,” imbuhnya.

Disisi lain, kata Enjang, bantuan CSR bibit kopi tersebut selain membantu ekonomi bagi masyarakat juga menjaga jalur distribusi listrik di sekitar Jaringan SUTT 150 kV Wayang Windu–Kamojang T.28–T.29.

“Masyarakat disini juga sekarang sudah paham dan program berjalan baik, dari sisi jalur distribusi listrik aman sekaligus mengoptimalkan lahan sebagai usaha agrobisnis tentunya dengan dukungan semua pihak khususnya PLN,” jelasnya.

Sementara itu, Agus, Line Wolker menuturkan, sebelum diberikannya bantuan CSR warga cenderung kurang kooperatif jika terdapat pohon keras yang tumbuh di sekitar jaringan dan sudah masuk kategori bahaya. Tapi sekarang warga lebih terbuka untuk menyampaikan info yang
berkaitan dengan ROW.

“Sekarang negosiasi untuk dilakukan penebangan pohon keras lebih mudah. Selain itu warga pemilik lahan juga acap kali membantu mensosialisasikan ke wilayah lain yang berada di bawah jalur transmisi,” tandasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds