Masjid Rusak di Mamuju Kembali Dibangun

POJOKBANDUNG.com, MAMUJU – Yayasan Masjid Nusantara (YMN), lembaga filantropi yang bergerak pada kemakmuran masjid di pelosok Indonesia memulai pembangunan masjid Nurussalam di Dusun Limbeng, Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.


Masjid ini dibangun kembali YMN setelah ambruk terdampak bencana gempa Sulbar pada Januari 2021 silam. Bangunan masjid permanen berukuran 16×16 meter rata dengan tanah, sementara warga menggunakan masjid darurat untuk ibadah.

“Kali ini Masjid Nusantara membangunkan kembali masjid yang rusak berat terdampak gempa, saat ini kondisinya rata dengan tanah hanya tersisa puing saja,”kata aktor Adhin Abdul Hakim mewakili Yayasan Masjid Nusantara saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid, Jumat (19/3/2021).

Bangunan masjid yang akan dibangun YMN didesain bangunan masjid ramah gempa berukuran sama dengan masjid sebelumnya. Masjid YMN diharapkan sudah rampung sebelum bulan Ramadan mendatang agar digunakan jamaah untuk tarawih dan sholat Ied.

“Sekarang masyarakat disini masih menggunakan masjid darurat yang dibangun secara swadaya, harapannya masjid YMN sudah bisa digunakan ibadah warga saat Ramadan,”terangnya.

Adhin mengatakan, selain membangun baru bangunan masjid di Tapalang ini, YMN telah menyalurkan donasi masyarakat dengan membangun 3 masjid darurat di beberapa titik lokasi pengungsian gempa Mamuju-Majene.

“Pada awal terjadi gempa Masjid Nusantara sudah membangun 3 masjid darurat, saat itu memang yang terpenting ada dulu sarana ibadah di pengungsian,”sebutnya.

Ditempat sama, Imam masjid Nurussalam, Suwardi menuturkan, masjid ini menjadi satu dari ratusan bangunan masjid yang ambruk akibat gempa di Mamuju-Majene. Bangunan masjid permanen seluas 16×16 meter ambruk secara bertahap dalam 2 pekan pasca gempa terbesar 6,2 magnitudo 15 Januari 2021.

“Masjid Nurussalam menjadi pusat peribadahan warga desa Takandeang, letaknya berada di pinggir jalan poros Majene-Mamuju juga ramai didatangi pengendara. Akibat gempa bangunan rusak tidak bisa lagi digunakan,” ungkap Suwardi.

Beberapa pekan setelah gempa, warga secara swadaya mendirikan masjid darurat di seberang lokasi masjid Nurussalam, namun masih berupa material seng dan hanya digunakan salat jamaah saja. Sementara kegiatan pengajian rutin dan anak-anak tidak berjalan.

“Selama ini masih pakai masjid darurat, kami ingin bangun lagi permanen tetapi rumah warga saja masih banyak yang rusak, penghasilan juga terganggu,”sebutnya.

Suwardi mewakili masyarakat Takandeang menyampaikan rasa terima kasihnya pada YMN yang telah membangun kembali masjid Nurussalam. Ia berharap masjid baru sudah dapat digunakan warga pada bulan ramadan nanti.

“Terima kasih banyak warga sangat senang, Insha Alloh warga siap membantu dalam proses pembangunannya,” tandasnya.

(gat).

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …