Video Hot Hotel di Bogor Heboh, Eh..Pelakunya Berhasil Dibekuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dua pemeran video ‘hot’ yang direkam di sebuah kamar hotel di kawasan Bogor telah diciduk Polda Jabar, Kamis (18/3).


Pemeran pria dalam video p*rno tersebut berinisial RTM (31), sementara wanitanya inisial PVT (30).

Sebelum diciduk, video p*rno sejoli ini viral melalui pesan berantai WhatsApp. Dalam video mes*um itu, awalnya terlihat si wanita dengan gaun merah dipadu jaker jins sedang berada di area lobi resepsionis hotel.

Perekam video sempat mengarahkan kameranya mengelilingi suasana di sekitar layaknya pembuatan film profesional. Terdengar suara rintik hujan dan terlihat beberapa mobil yang terparkir di area lobi hotel tersebut.

Lantas, pada pertengahan video, si perekam dan wanita itu berjalan di lorong hotel dan masuk ke kamar. Dari situlah, kedua pasangan sejoli itu pun melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

Wajah pemeran wanita dan sang pria sama sekali tidak terlihat. Karena wajah wanita itu disamarkan (blur) dan dalam adegan bagian kepala tak terlihat.

Berikut ini fakta sejoli pemeran video syur gaun merah di Bogor

  1. Tim Cyber

Pengungkapan kasus video syur yang menghebohkan ini berawal saat Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Jabar melakukan patroli siber. Lalu, menindaklanjuti video p*rno yang viral di media sosial tersebut.

Polisi juga mendapat informasi dari pihak hotel, informasi itu terus dikembangkan hingga akhirnya berhasil mengantongi identitas kedua pemeran dalam video.

Dari penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel, akun member salah satu situs p*rno, kartu SIM dan sejumlah pakaian yang digunakan mereka saat membuat video.

Fakta-fakta Kasus Video Syur Gaun Merah di Bogor

Pemeran wanita dalam video syur di hotel Bogor berinisial PVT (30) saat diamankan di Mapolda Jabar.

  1. Pemeran Video Sepasang Kekasih

RTM (31) dan PVT (30) diketahui merupakan sepasang kekasih. Keduanya ditangkap bersamaan di tempat tinggal mereka, di sebuah indekos daerah Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (18/3).

“Mereka sepasang kekasih yang hidup berdua,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago, di Mapolda Jabar, Jumat (19/3)

Erdi menyebut, berdasarkan pengakuan keduanya, pemeran laki-laki dalam video berprofesi sebagai driver online, sementara wanitanya sebelumnya tidak bekerja.

  1. Video 9 menit di Situs Dewasa dengan Akun Bernama Felly Angelista

Video asusila perempuan gaun merah di Bogor ini ternyata bukan berdurasi 3 menit 18 detik sebagaimana yang beredar. Melainkan 9 menit 4 detik.

Video kali pertama diunggah melalui situs dewasa p**nhub. Video itu diunggah pemilik akun bernama Felly Angelista yang sudah mendapat centang biru.

Video asusila itu sendiri diketahui diunggah sejak 3 pekan lalu. Terlihat juga bahwa akun yang sama sudah mengunggah total 28 video di situs dewasa tersebut.

Semua video yang diunggah merupakan video rekaman seorang perempuan dengan laki-laki. Akan tetapi, semua video itu terlihat sengaja direkam dengan berbagai skenario. Rekaman syur ini diduga diproduksi secara profesional oleh salah satu akun dengan nama Felly Angelista. Terlihat dari watermark (cap) yang ada di pojok kanan bawah video.

Pemeran video syur hotel di Bogor telah ditangkap Polda Jabar. Pemeran pria berinisial RTM (31), sedangkan yang wanita berinisial PVT (30)

Pemeran pria dalam video syur di Bogor berinisial RTM (31).

  1. Jualan Video Syur, Dapat Keuntungan Rp 19,5 Juta

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengungkap, video syur sejoli itu diunggah ke sebuah situs dewasa P**nhub (PH) sejak November 2020 lalu. Total sudah ada sekitar 26 episode yang direkam di lokasi yang berbeda-beda. Semua video itu diunggah ke sebuah akun member yang diduga mereka kelola.

Dari 26 konten video p*rno keduanya telah mendapat keuntungan Rp19,5 juta. Keuntungan didapat berdasarkan pageview atau pertayang. Hitungannya, dari per 1.000 kali tayang dapat diuangkan senilai Rp 6.000.

“Dari situs itu memberikan dalam bentuk dolar kemudian masuk dalam satu akun yang lain kemudian di transfer lagi dalam bentuk rupiah dan kemudian diambil oleh pelaku. Hanya kurang lebih 15 menit proses transaksi uangnya,” kata Erdi.

Alasan klasik kesulitan ekonomi saat pandemi Covid-19 diakui keduanya mendesak mereka mencari uang dengan membuat konten pornografi.  “Karena kebutuhan ekonomi maka mereka berinisiatif untuk mengunggah film mereka,” kata Erdi.

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …