Suami Meninggal Dunia, Anak Istri Dijamin BPJAMSOSTEK

PELAYANAN: Petugas BPJAMSOSTEK sedang melayani perserta dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah mengenai standar pencegahan penyebaran virus Covid-19.

PELAYANAN: Petugas BPJAMSOSTEK sedang melayani perserta dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah mengenai standar pencegahan penyebaran virus Covid-19.

POJOKBANDUNG.com – Saat suami meninggal dunia, tentunya istri merasa sedih dan mengalami duka yang mendalam, apalagi jika sang suami merupakan tulang punggung keluarga.


Bangkit dari rasa duka bukanlah perkara mudah. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui seorang istri saat suaminya meninggal dunia, terutama jika suami seorang pekerja.

Dewi Mulya Sari, Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Lodaya, berujar “ Jika almarhum suami merupakan pekerja dan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, maka almarhum suami sebenarnya telah menyiapkan tabungan untuk istri dan anak-anaknya.”

Almarhum suami yang telah meninggal dunia mewariskan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Pensiun (JP) kepada istri dan anak-anaknya.

Besaran JHT berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.
Besaran JKM berupa uang tunai sebesar Rp 42 juta

Besaran JP, baik lumpsum maupun berkala setiap bulan

Istri yang ditinggalkan juga tak perlu khawatir dengan pendidikan anak-anaknya. Karena BPJAMSOSTEK memberikan beasiswa maksimal kepada dua orang anak almarhum suami mulai dari sekolah dasar hingga masuk ke bangku perkuliahan dengan catatan almarhum telah memiliki masa iuran kepesertaan paling singkat tiga tahun.

Istri yang ditinggalkan dapat mencairkan JHT, JKM, dan JP almarhum dengan menyiapkan dokumen, yakni kartu BPJAMSOSTEK asli, KTP tenaga kerja dan ahli waris, kartu keluarga, akta kematian, surat nikah, surat keterangan ahli waris dari Kecamatan, surat keterangan berhenti bekerja atau surat referensi kerja dari perusahaan, dan buku tabungan atas nama ahli waris.

Jika sang suami telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK minimal tiga tahun, maka anak almarhum berhak mendapatkan beasiswa BPJAMSOSTEK mulai SD hingga kuliah dengan melengkapi akta kelahiran anak, surat masih aktif sekolah dari sekolah, dan kartu pelajar.

“Apabila seluruh persyaratan tersebut telah disiapkan, maka sang istri cukup datang ke kantor BPJAMSOSTEK untuk mencairkan klaim JHT, JKM, dan JP suami meninggal, dan kami siap membantu dan melayani anda,” pungkas Dewi.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …