Siapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka

DIDAMPINGI: Siswa didampingi orang tua saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Tamansari Atas, Kota Bandung, Selasa (24/11) (foto: AOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

DIDAMPINGI: Siswa didampingi orang tua saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Tamansari Atas, Kota Bandung, Selasa (24/11) (foto: AOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sejumlah skenario jika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali bergulir. Diantaranya menyiapkan program vaksinasi bagi tenaga pengajar dan kapasitas kelas hanya digunakan untuk 50 persen dari jumlah siswa.


Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung sudah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi. Namun vaksinasi dijadikan yang utama dalam persiapan PTM.

“Di tataran pimpinan kota, kita sepakat ikhtiar vaksin itu tetap jadi yang utama. Untuk para pengajarnya mau pun anak didiknya,” katanya kata Yana di SMP Negeri 7 Kota Bandung, Rabu (17/3/2021).

“Karena vaksin itu meminimalisasi dampak yang tidak kita harapkan. Saya sempat berbicara dengan pak wali kota juga kuncinya vaksinasi dulu,” lanjutnya.

Menurut Yana, dalam simulasi hasil FGD didapatkan skenario dengan kapasitas kelas hanya 50 persen dan para siswa-siswi yang berbeda kelas tidak berbarengan jam masuk dan saat pulang sekolahnya.

“Jadi satu kelas 28 siswa maka yang masuk 14 orang. Untuk waktunya misal, anak kelas 1 pukul 07.00 WIB, kelas 2 pukul 07.30 WIB, kelas 3 pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya juga beda untuk menghindari pertemuan yang banyak,” katanya.

“Dengan seperti itu, kapasitas 50 persen prokesnya cukup. Hanya tetap kita harus yakin salah satunya dengan vaksin. Simulasinya juga tetap ya kita tidak bisa kembali normal ke 100 persen,” lanjutnya.

Yana mengatakan, dalam skenario tersebut para siswa bisa bergantian masuk sekolah dan diupayakan materi yang diberikan dalam PTM dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) itu dicampur.

“Misal 14 orang masuk hari ini, besoknya tidak, gantian. Diupayakan mix yang PJJ itu untuk teorinya, kalau yang memang harus dalam PTM misalnya praktek yang harus tatap muka tapi tetap terbatas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 7 Kota Bandung, Lukman Surya Saputra mengaku instrumen untuk pengisian kesiapan sekolah dalam PTM sudah diberikan. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan pemerintah.

“Pada Desember, 70 persen masih menolak (PTM), tapi kita tidak tahu sekarang. Yang pasti guru-guru termasuk saya, enam orang sudah divaksin tahap kedua. Mudah-mudahan sebelum Juli semuanya sudah selesai divaksin,” katanya.

Lukman pun telah menyiapkan sarana prasarana di lingkungan sekolah jika memang PTM sudah bisa dilakukan.

“Kalau kesiapan kelas kita sudah siap. Alat cuci tangan juga kita pasang 100 lebih. Jadi kalau untuk hal-hal lain yang sifatnya infrastruktur SMPN 7 sudah siap,” ungkapnya.

“Tapi ini kan sesuatu yang kita harus hati-hati, dan menunggu kebijakan Pemerintah. Saat ini kami belum lakukan survey lagi kepada orang tua yang waktu Desember kemarin kan banyak yang menolak,” tandasnya.

(arh/bbs)

Loading...

loading...

Feeds