Kolaborasi Kunci Penanganan Covid-19 di Bandung

SOSIALISASI: Petugas gabungan memberikan imbauan protokol kesehatan Covid-19 dan membagikan masker kepada warga saat operasi gabungan patroli pengawasan dan penegakan disiplin (Gakplin) protokol kesehatan Covid-19 di Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (10/3/2021). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

SOSIALISASI: Petugas gabungan memberikan imbauan protokol kesehatan Covid-19 dan membagikan masker kepada warga saat operasi gabungan patroli pengawasan dan penegakan disiplin (Gakplin) protokol kesehatan Covid-19 di Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (10/3/2021). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sudah satu tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Kota Bandung. Dalam kurun waku panjang itu sejumlah sektor usaha, ekonomi dan kesehatan banyak yang terdampak. Pemerintah-pun gencar mencari solusi mulai dari pembatasaan aktivitas masyarakat hingga program vaksinasi.


Virus asal Wuhan tersebut tak kenal siapa yang harus ‘diserang’. Mau itu pejabat atau bukan, virus tersebut nyatanya ada di tengah masyarakat dan mengancam aktivitas manusia. Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana bisa disebut menjadi orang pertama di kota kembang yang positif Covid-19. Ia dinyatakan posotif Corona pada 16 Maret 2020.

“Satu tahun yang lalu persis 16 Maret, hari Senin, saya dinyatakan positif. Jadi bisa dibilang saya angkatan pertama,” kelekar Yana, Selasa (16/3/2021).

“Saya mengingatkan kepada seluruh warga Kota Bandung untuk mengikuti program gebyar vaksin Covid-19. Vaksin ini, bukan hanya untuk kebaikan kita sendiri. Namun juga untuk orang-orang di sekitar kita,” tuturnya.

Berbicara perjalanan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bandung tak lepas dari kata kolaborasi mengatasi permasalahan kesehatan dan ekonomi. Kata Yana, hal pertama yang muncul adalah dua kutub yang saling berseberangan, yakni kutub kesehatan dan kutub ekonomi. Pada saat muncul pandemi, Satgas Covid-19 sepakat untuk lebih mengutamakan kesehatan dan seolah olah di satu sisi kutub ekonomi terkorbankan.

“Namun jika diperhatikan kembali dalam satu tahun ke belakang tindakan dari kebijakan ini merupakan hal yang sangat benar, karena beberapa pembatasan aktivitas masyarakat ditujukan untuk mengutamakan kesehatan warga dan melokalisir penyebaran virus,” imbuhnya.

Yana bersyukur penanganan yang baik di awal telah melahirkan kondisi yang sudah semakin membaik sesuai dengan indikator kesehatan yang ada. Kini Pemkot Bandung, kata Yana, mulai fokus terhadap relaksasi kegiatan ekonomi sebagai upaya pemulihan perekonomian daerah dan masyarakat. Tentunya dengan SOP dan protokol kesehatan yang kita awasi secara ketat.

“Alhamdulillah pada saat kita melakukan relaksasi ekonomi tidak ditemukan cluster penyebaran baru di bidang yang kita relaksasikan hingga kini,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, pihaknya bersama para pimpinan sudah berinisiatif melakukan pertemuan sebelum kasus pertama Covid-19 hadir di Indonesia.

“Dalam pertemuan tersebut membahas pembentukan peraturan terkait cara pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka penanganan serta antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Kota Bandung,” jelasnya.

Saat meramu kebijakan, Ahyani memastikan, selalu berkolaborasi dengan para ahli untuk dapat menentukan rumus 3M bagi masyarakat dan 3T.

“Jika semua melaksanakan protokol kesehatan dan kami (jajaran kesehatan) aktif dalam upaya upaya 3T maka disitu mulai akan terlihat hasil dari penanganan pandemi Covid-19 ini,” jelas Ahyani.

Menurutnya, salah satu momen terbaik yang diambil oleh Pemkot Bandung adalah pada saat berhasil membangun laboratorium mandiri BSL2 Plus. Jika masih bergantung kepada laboratorium milik Kemenkes maupun Provinsi maka hasil dari tracing akan didapatkan selama dua minggu. Dengan BSL2 Plus hasil akan didapatkan paling lama 2-3 hari saja.

“Kita sudah bisa menentukan tindakan yang jauh lebih cepat dalam proses penangangannya,” katanya.

Kolaborasi dalam gotong royong merupakan momen yang spesial juga di saat penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bandung ini.

“Hingga saat ini indikator kesehatan di Kota Bandung menurut standar WHO sudah semakin baik, salah satunya adalah tingkat kesembuhan yang kian tinggi dengan semakin menurunnya keterisian rumah sakit,” ujar Ahyani.

“Tingkat tracing kita yang sudah di atas standar mengartikan bahwa hingga kini sudah tidak terjadi lagi ledakan ledakan kasus Covid-19,” imbuh Ahyani.

Ia pun menjelaskan, peran dari setiap instansi maupun lembaga yang terlibat sudah berjalan sangat baik. Sehingga setiap sektor dapat bersinergi dan berkolaborasi.

“Hasilnya penyebaran virus covid 19 di Kota Bandung terkendali,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds