Aliran Hakekok Ternyata Pernah Dibina MUI, Sekarang Kambuh Lagi

POJOKBANDUNG.com – Polres Pandeglang, Banten membongkar aliran sesat Hakekok Balakusta. Sebanyak 16 orang diamankan dalam perkara tersebut. Mereka ditangkap saat melakukan ritual mandi bersama di perkebunan sawit.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang, Hamdi Ma’ani mengatakan, aliran sesat ini sudah pernah terdeteksi muncul di Desa Karangbolong, Cigeulis beberapa tahun lalu. Para pelakunya sudah pernah dibina oleh MUI untuk kembali ke jalan yang benar, namun sekarang kembali mengulang perbuatannya.

“Sudah pernah dibina, sudah kondusif, muncul lagi sekarang di luar sepengetahuan kami,” kata Hamdi kepada wartawan, Sabtu (13/3).

Hamdi mengatakan, MUI sudah menemui pimpinan Hakekok yang bernama Arya di Polres Pandeglang. Pad pertemuan itu, Arya mengakui perbuatan sesatnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku prihatin atas munculnya aliran sesat tersebut. Pemerintah bersama MUI dan Kepolisian akan melakukan pembinaan kepada orang-orang yang terlibat dalam aliran ini.

“Prihatin kita semua, hal-hal tidak kita duga, harus kita rembukan sama-sama,” kata Irna.

Sebelumnya, kelompok ritual Hakekok Balakasuta ini menggegerkan warga Karang Bolong, Pandeglang, Banten setelah belasan pria dan perempuan mandi bareng. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pengikut kelompok ini tergiur ajakan Aryani atau Arya, 52, pemimpin Hakekok, yang menjanjikan keselamatan dunia akhirat atau masuk surga.

“Berdasarkan hasil keterangan kami, pimpinannya ini mempengaruhi mereka dengan iming-iming selamat dunia akhirat. Dia menjanjikan kelompoknya bisa hidup layak kalau ikut keyakinan ini,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pandeglang, Banten, Jumat (12/3).

Untuk memuluskan aksinya, Arya selalu menunjukkan sejumlah azimat, mulai dari keris hingga barang-barang klenik lain, saat menyebarkan ajaran aliran Hakekok. “Barang pusaka ini dimiliki oleh ketuanya sebagai pegangan yang bersangkutan. Jadi, dia digunakan karena mungkin dianggap oleh pengikutnya punya kemampuan lebih sehingga bisa mempengaruhi yang lain,” tutur, Sabtu (13/3).

(pjk)

Loading...

loading...

Feeds