Penumpang: Sopir Bus Padma Bilang Rem Blong,  Teriakan Histeris Menggema 

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG –  Bus Sri Padma Kencana Nopol T 7951 TB yang mengangkut rombongan SMP IT Al Muawanah Cisalak Subang mengalami kecelakaan di tanjakan Cae, Kecamatan Wado Sumedang, Rabu (10/03) pukul 18.30 WIB.


Petugas telah melakukan evakuasi korban kecelakaan terakhir pukul 07.40 WIB. Korban kecelakaan terakhir ini berjenis kelamin laki-laki. Total 27 orang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan maut ini.

Salah satu penumpang yang selamat, Mimin Mintarsih (52) mengatakan, tercium bau menyengat yang diduga dari bagian rem bus sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

Mimin bersama 2 anaknya yang berusia 3 dan 11 tahun selamat. Ia mengalami luka pada bagian kepala dan punggung hingga harus mendapatkan jaitan.

Para penumpang merupakan rombongan siswa SMPA IT AL Muawanah Cisalak, Subang, beserta orangtua dan guru. “Alhamdulillah saya dan dua anak saya selamat,” ujar Mimin Mintarsih, Kamis (12/3) dini hari.

Mimin mengungkap, di dalam bus, ia yang duduk di jok ke dua dari belakang deretan sopir bus. Sebelum terjun ke jurang, bus lebih dulu mengalami oleng. “Bus goyang-goyang terus masuk jurang,” ungkapnya seperti dikutip PojokSatu.

Sebelum kejadian nahas itu, tuturnya, sudah tercium bau seperti terbakar. “Pas di jalan sudah tercium bau sangit. Terus orang bilang ke supir periksa dulu. Sopir bilang remnya blong,” bebernya.

Kemudian, bus langsung terjun ke dalam jurang. Sementara seluruh penumpang di dalam bus histeris dan berteriak ‘Allahu Akbar’. “Semua orang teriak Allahhu akbar, takbir,” ucapnya.

Sesaat setelah bus terjun, Mimin mendapati ia terjepit kursi penumpang lain. Sementara kedua anaknya terpental ke belakang. “Saya kejepit jok. Saya merangkak nyari anak saya dan keluar dari bus,” tuturnya.

Sementara, berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum jatuh ke jurang, bus nahas tersebut lebih dulu menabrak tiang listrik yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Bus pariwisata itu ukurannya cukup besar dan jumlah penumpang pun banyak. Ada ibu-ibu, anak-anak dan orang tua,” ungkap Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar, Rabu (10/3) malam.

Sesaat usai kejadian, warga dan petugas setempat berupaya mengevakuasi para korban. “Saya sendiri ikut mengevakuasi korban yang meninggal dunia,” tandasnya.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah menyebutkan, hingga saat ini jumlah keseluruhan korban 66 orang. Sementara 39 korban selamat menjalani perawatan di RSUD Sumedang.

Deden mengatakan, tim SAR gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjepit badan bus setelah badan bus terangkat alat berat (crane).

“Hingga Kamis (11/3) pagi sekira pukul 07.40 WIB Tim SAR gabungan mengevakuasi 1 korban berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan meninggal dunia, yang sebelumnya terjepit badan bus. Dan selanjutnya korban di bawa ke RSUD Sumedang,” ungkap Deden, Kamis (11/3/2021).

“Adapun unsur SAR yang tergabung yaitu Kantor SAR Bandung, Polres Sumedang, Dishub Sumedang, Polsek Wado, BPBD Sumedang, Dirjen Hubdat, Pemadam Kab. Sumedang, PMI Sumedang dan Satpol PP Kab. Sumedang,” sebutnya.

Informasi yang diperoleh, kecelakaan bus yang membawa rombongan SMP IT Al Muawanah Cisalak Subang ini terjadi usai rombongan melakukan tur dan ziarah ke Pamijahan Tasikmalaya dan hendak pulang ke Subang. Namun tepat di Tanjakan Cae, bus hilang kendali hingga sempat menabrak tiang listrik dan masuk jurang.

Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri mengungkapkan, telah memulai olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan. Namun, sejauh ini ia masih menunggu hasil olah TKP untuk bisa menyampaikan kesimpulan penyebab kecelakaan.

Sejauh ini, bus mengalami kecelakaan saat situasi sedang hujan deras. “Belum bisa saya sampaikan sekarang karena olah TKP masih belum selesai. Nanti akan secara keseluruhan, hasilnya besok atau lusa,” kata Ahmad Dofiri di lokasi kecelakaan.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab kecelakaan, yakni jalan yang menurun panjang dan adanya tikungan di sekitar lokasi kecelakaan.

Selain itu, ia juga menyebut kecelakaan itu merupakan kecelakaan tunggal. Namun, dugaan itu belum pasti karena masih menunggu hasil olah TKP dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA). “Kesimpulan hasilnya bisa 1 atau 2 hari, sekarang masih proses,” kata Kapolda.

“Kami masih melakukan penyelidikan, dan mendalami untuk kronologis dan penyebab kecelakaan,” tambah Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi, Kamis.

Dalam kecelakaan seperti ini, polisi akan menerapkan sistem Traffic Accident Analysis. “Nanti kita lakukan reka ulang, kecelakaan lalulintas. Dari TAA dapat diketahui bagaimana detik-detik terjadi kecelakaan dan apa penyebab kecelakaan yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Korlantas Polri, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi menyatakan, indikasi penyebab kecelakaan sedang dalam pengumpulan data, namun dilihat dari sisi geometri jalan turunan yang panjang dan tajam diduga penyebab kecelakaan.

“Kendaraan berdasarkan keterangan pemilik merk Hino tahun 2018 kondisi bagus namun menurut pemilik uji KIR telat beberapa bulan,” ujarnya.

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar telah melakukan olah TKP dengan drone untuk maping lokasi kecelakaan. Sementara itu kondisi arus lalulintas di lokasi diberlakukan buka tutup.

(radarsumedang/RB/int/jpc)

Loading...

loading...

Feeds