Sabandung Hadir untuk Bangkitkan Gotong Royong

SABANDUNG: Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded saat meninjau persiapan pendistribusian nasi pada program Sabandung. (foto: DOK HUMAS)|

SABANDUNG: Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded saat meninjau persiapan pendistribusian nasi pada program Sabandung. (foto: DOK HUMAS)|

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemkot Bandung ingin membangkitkan rasa gotong royong dan kebersamaan warganya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak orang yang membutuhkan uluran tangan, tetapi banyak pula yang ingin menawarkan bantuan.


Program Sabandung, atau Sangu Bancakan Urang Bandung, menjadi gerakan bersama untuk saling menolong warga yang kesulitan. Gerakan ini akan dimotori oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung beserta aparatur kewilayahan. Tentu, semua warga Bandung diajak untuk ikut terlibat.

Sabandung perdana dilaksanakan serentak di seluruh wilayah pada Jumat (8/5/2021). Selanjutnya, Sabandung digelar sepekan sekali. Sedangkan waktunya tergantung kewilayahan masing-masing.

Sabandung dikelola melalui dapur umum yang disiapkan oleh para kader PKK di seluruh wilayah Kota Bandung. Dengan tetap menjaga agar tak berkerumun dan mengedepankan pemberdayaan kader, Sabandung akan dikelola dari rumah-rumah melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Para kader akan menyiapkan paket makanan yang bergizi lengkap, seperti karbohidrat, sayuran, dan protein, lalu akan didistribusikan kepada keluarga-keluarga miskin yang sangat membutuhkan karena terdampak Covid-19 secara ekonomi.

Ada beberapa kriteria yang kita pilihkan. Yang pertama adalah orang yang sangat miskin dan duafa, kemudian masyarakat yang sedang menunggu bantuan dari baik Kota Bandung, provinsi, maupun dari pusat.

Ketiga adalah orang-orang yang nomaden, misalnya seperti anak-anak kos yang atau keluarga yang memang tidak bisa pulang kampung atau pulang mudik sementara dia sedang bekerja di sini.

Para pengurus RW dan kader setempat diharapkan telah memiliki data orang yang membutuhkan. Sabandung akan diantarkan ke rumah-rumah agar tak perlu ada warga yang berkerumun.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial menjelaskan, program ini menjadi kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kendati didanai dari anggaran Program Perlindungan Sosial Bencana yang merupakan hasil efisiensi 50% dari PIPPK lingkup PKK, namun diyakini dana tersebut tidak akan memadai jika digunakan secara terus menerus. Oleh karena itu, Sabandung ini juga membuka pintu dan mengajak orang-orang untuk bisa peduli, minimal untuk menolong tetangga terdekatnya.

Pendistribusian bisa satu kali seminggu rutin sampai bulan Juni. Kalau mau setiap hari, berarti harus ada sumber dana lain. Kepada seluruh warga Kota Bandung khususnya warga yang berkecukupan bahkan lebih, jangan lupa untuk melihat, menengok kepada keluarga terdekatnya, tetangganya, tetangga kiri, kanan, depan, dan belakang. Pastikan bahwa kita memiliki partisipasi aktif dan selektif untuk memberi rasa nyaman untuk kehidupan warga yang sangat membutuhkan.

Dalam kegiatan ini, dibagikan 200 nasi bungkus. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa lebih.

Dari 200 bungkus ini, didanai oleh realokasi 50% dana program donasi dari masyarakat dan sektor usaha sehingga jumlah tersebut bisa lebih. Pemberian bantuan pun tidak hanya dilakukan per pekan, melainkan bisa juga setiap hari.

“Kalau dengan swadaya dengan bantuan masyarakat itu bisa mencapai kurang lebih 40 ribu an lebih nasi dus,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, di Kelurahan Babakan Ciparay ada tambahan 200 paket nasi yang dibagikan tiap pekan di luar dana PIPPK. Di wilayah lain, ada pula donasi sehingga bisa membagikan paket Sabandung setiap hari.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded mengungkapkan, program Sabandung ini berbeda dengan dapur umum. Sebab, proses pengolahan makanan tidak dilakukan terpusat di satu tempat yang dapat memicu kerumuman orang.

“Karena ada satu kejadian ketika spanduk dapur umum dipasang masyarakat banyak yang datang dan belum tentu masyarakat setempat yang datang ke dapur umum. Untuk itulah saya ingin menegaskan bahwa dapur Sabandung ini berbasis keluarga,” katanya

“Kita harus terus melaksanakan PSBB dengan tetap memperhatikan physical distancing. Dapur Sabandung ini mempunyai prinsip memberdayakan UP2K di jaringan PKK. Jadi dapurnya berbasis keluarga,” imbuhnya.

Ia juga menekankan, kader PKK di RW harus menjadi yang terdepan dalam proses distribusi. Karena merekalah yang paling mengetahui warga yang berhak menerima Sabandung, yakni warga miskin yang terdampak Covid-19, nomaden yang tidak punya penghasilan dan tempat tinggal, serta Orang dengan Pengawasan (ODP) atau yang sedang mengarantina diri.

“PKK RW yang menjadi leading sector dalam pendistribusian makanan, beserta Pak RW-nya yang tahu kondisi masyarakat daerah tersebut. Siapa yang ada di kos-kosan, siapa yang nomad, dan siapa yang membutuhkan, dan bisa menghimpun nasi Sabandung ini dari warga,” jelasnya.

Siti juga mengajak kepada seluruh warga yang mampu untuk berpartisipasi dalam program ini. Sabandung bukan program milik Pemkot Bandung, melainkan milik seluruh masyarakat kota. Siapa pun bisa membantu tetangganya yang sedang membutuhkan.

“Sabandung ini Insya Allah untuk menyamakan rasa dan semangat bahwa warga Bandung bisa saling berbagi, bisa saling arif dan bijaksana untuk mengamankan tetangga masing-masing,” katanya.

(adv)

Loading...

loading...

Feeds