Rumah Dinas Gubernur Jadi Lokasi Vaksinasi

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rumah dinas Gubernur Jabar, Gedung Pakuan, akan menjadi salah satu lokasi vaksinasi. Pemanfaatan rumah dinas tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendongkrak progres vaksinasi Jabar yang dinilai masih lamban.


Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan, progres penyuntikan vaksin kini hanya mencapai 22 ribu perhari. Jumlah penyuntikan tersebut ingin ditingkatkan menjadi 150 penyuntikan perharinya.

“Kami sudah menghitung kecepatan hari ini di Jabar masih rendah untuk vaksinasi masih di 22 ribu perhari, target kalau mau tercapai kita harus naik ke 150 ribu per hari,” kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, Selasa (9/3/2021).

Emil menyatakan, dari hasil evaluasi salah satu faktor utama yang menghambat progres vaksinasi tersebut adalah keterbatasan kapasitas fasilitas kesehatan. Untuk itu, ia meminta vaksinasi dilakukan di gedung-gedung, sarana olahraga hingga rumah dinasnya.

“Puskesmas saja tidak cukup maka kami mengimbau semua institusi yang punya gedung besar untuk membantu kami meminjamkan gedungnya sebagai namanya sentra vaksinasi,” tuturnya.

Vaksinasi di rumah dinas Gubernur Jabar itu akan dilakukan untuk pertama kalinya pada hari ini, Rabu (10/3/2021). Akan ada ratusan tokoh di Jabar yang akan disuntik vaksin dosis pertama. Emil menyatakan, rumah dinas Pakuan dinilai bisa menunjang proses vaksinasi tersebut sebab memiliki fasilitas gedung olahraga dan halaman yang cukup luas.

“Nah, karena di rumah dinas di Pakuan ini ada gedung olahraga dan halamannya luas, maka saya memberikan gestur yang sama rumah dinas gubernur Jabar pun direlakan jadi tempat vaksinasi massal warga Jabar, dimulai besok ke tokoh Jabar dulu, jadi besok berita luar biasa sebenarnya, sesepuh semua itu akan diatur untuk disuntik vaksinasi di sini,” jelasnya.

Ia berharap, kebijakan ini diikuti oleh pemerintah di tingkat kabupaten kota. Terlebih, Fasilitas milik institusi TNI dan Polri pun sudah diinstruksikan untuk digunakan.

“Nah, supaya menaikkan tadi dari 22 ribu perhari menjadi 150 ribu perhari, kalau bisa 150 ribu perhari maka target vaksinasi bisa selesai di akhir tahun. (tokoh Jawa Barat yang ikut divaksin) Kalau dengan pasangannya ada sekitar 150-an lah,” ujarnya.

Terkait stok atau ketersediaan vaksin, Emil mengklaim jumlah relatif aman. Stok disebut tak ada masalah. Emil kembali menegaskan, masalah progres terletak pada metode percepatan target.

“Kalah vaksin gak ada masalah, masalah kita bukan dari ketersediaan vaksin, masalah kita dari metode mempercepat target,” ujarnya.

Diketahui, vaksinasi tahap dua ada 6 juta target yang harus mendapat pelayanan, termasuk yang diutamakan adalah lansia.

“Karena vaksin ini kan ada kadaluarsanya sejak dia diproduksi hari pertama, dia kadaluarsa enam bulan si gelombang produksinya itu, jadi kalau kita pakai vaksin yang baru diproduksi terus enam bulannya kelewat kan mubazir padahal dapat vaksin tuh susah. Punya duit aja kan belum tentu bisa dapat vaksin kan negara-negara,” pungkas Emil.

(muh/b)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …