Pandemi Juga Fokus Terhadap Permasalahan Sampah




DIALOG : Kang Jimat (tengah jongkok) saat meninjau lahan PTPN Jalupang Kalijati yang akan dijadikan tempat pemindahan TPA  Panembong,Selasa (9/3/2021) (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

DIALOG : Kang Jimat (tengah jongkok) saat meninjau lahan PTPN Jalupang Kalijati yang akan dijadikan tempat pemindahan TPA  Panembong,Selasa (9/3/2021) (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Di tengah upaya memutus rantai penyebaran dan dampak pandemi Covid-19, Bupati Subang H.Ruhimat juga tengah fokus terhadap permasalahan sampah, terutama di daerah perkotaan karena kapasitas tempat pembuangan akhir sampah di daerah itu sudah hampir penuh akibat sudah over load.


Guna memastikan penanganan sampah tetap berjalan di tengah wabah Covid-19, Bupati Subang didampingi Kadis PUPR Besta Basuki dan Kadis Pemdes Nana Mulyana kembali meninjau lahan PTPN Jalupang Kalijati yang akan dijadikan tempat pemindahan TPA Panembong yang kini kondisinya sudah over load.

Kang Jimat sapaan akrab Bupati H. Ruhimat mengatakan, saat ini soal penanganan sampah di Kabupaten Subang manjadi skala prioritas selain mengatasi pandemi Covid-19.

“Soal sampah dan dampkanya tak boleh kita abaikan.Yang pasti, penanganan sampah ditengah pandemi Covid-19 juga menjadi skala prioritas sehingga tidak menimbulkan dampak dampak lain atau menimbulkan masalah baru,” ujar Kang Jimat di lokasi, Selasa (9/3/2021).

Lebih lanjut kata Kang Jimat, Pemkab Subang sangat serius dalam penanganan sampah, terutama untuk pemanfaatannya. “Misalnya, untuk sampah organik dapat digunakan untuk pupuk dan anorganik atau plastik, dipakai sebagai campuran pelet yang bisa menghasilkan listrik,” tambahnya.

Kang Jimat juga membenarkan jika masalah sampah mulai menjadi masalah serius di terutama di daerah perkotaan karena kapasitas tempat pembuangan akhir sampah di daerah itu sudah hampir penuh.

“Kita ketahui, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong sudah over kapasitas atau over load. Ini masalah kan?. Nah, jika kita terlambat menanggulanginya sudah bisa dipastian akan menimbulkan masalah baru,” ungkap Kang Jimat.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik, lanjut Kang Jimat akan mencemari lingkungan karena sebagian, seperti sampah plastik tidak bisa terurai dalam jangka waktu yang sangat lama. “Agar hal itu tidak terjadi perlu dilakukan langkah konkrit baik oleh pemerintah juga oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PTPN Jalupang Rena, menyampaikan kesiapannya untuk berpartisipasi dan siap bekerjasama dengan pemerintah Daerah kabupaten Subang dalam penanganan sampah.

“Kita akan berkoordinasi dengan PTPN Pusat baik itu soal pemindahan TPA Panembong ke TPS Jalupang termasuk program penamaman kedelai sebagai program ketahanan pangan,” katanya.

Kadis PUPR Besta Basuki memaparkan bahwa lokasi di Jalupang merupakan salah satu lokasi yang cukup strategis dijadikannya TPS dengan pengelolaan sampah secara Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis,” pungkasnya.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds