Buruan Sae Terobosan Ketahanan Pemkot Bandung

WALI Kota Bandung, Oded M. Danial saat mengunjungi

WALI Kota Bandung, Oded M. Danial saat mengunjungi "Kampoeng Tjibarani" di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap untuk melihat pengambangan program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis), Rabu (24/2/2021) (foto: Dok Humas)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG Selama Pandemi covid-19, Pemkot Bandung melakukan beberapa terobosan untuk membantu ketahanan pangan bagi warga Kota Bandung. Beberapa di antaranya adalah, Buruan SAE, yang berarti halaman Sehat Alami, dan Ekonomis. Ini adalah program di mana warga masyarakat memanfaatkan halaman atau lahan di sekitar rumahnya, untuk bercocok tanam.


“Masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang ada, bisa digunakan untuk berkebun. Untuk kebutuhan keluarga sendiri,” terang Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

Oded mengatakan,  dalam kondisi normal, Kota Bandung membutuhkan kebutuhan pangan yang luar biasa banyak. Misalnya kebutuhan telur 120 ton per hari, kebutuhan daging ayam sebanyak 600 ribu ekor per hari dana semua itu dikirim dari luar kota.

Sehingga, hadirnya Buruan SAE merupakan salah satu jawaban untuk menghadirkan kemandirian pangan di keluarga. “Karenanya, kami menggagas Buruan SAE melalui urban farming terintegrasi untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan di Kota Bandung,” papar Oded.

Melalui Buruan SAE, warga bisa menanami pekarangan dengan sayuran atau buah-buahan, termasuk memelihara hewan ternak. “Mudah-mudahan suatu hari, Bandung bisa menjadi kota yang mandiri pangan,” katanya.

Sejak awal pandemi hingga akhir tahun lalu semakin banyak wilayah yang sudah menerapkan program Buruan SAE. Salah satunya Buruan SAE yang berada di Gang Andir Kidul 2, RT 05/RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana beranggapan, dengan berkembangnya program ini, merupakan salah satu hikmah pandemi. “Dengan dilakukannya kegiatan di RW 03 ini, bisa menjadi role model untuk RW lain yang ada di Kota Bandung,” katanya.

Yana juga mengapresiasi hadirnya peternakan ikan, perkebunan sayuran, pengelolaan sampah organik maupun anorganik. “Alhamdulillah, ini bisa berjalan, mudah-mudahan bisa terpenuhi untuk masyarakat,” ujar yana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar  mengungkapkan, kebutuhan pangan di Kota Bandung cukup tinggi. Namun di masa pandemi Covid 19 ini mempengaruhi pasokan dan distribusi pangan di Kota Bandung. Hal itu diduga akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Komoditas pangan seperti beras, daging (sapi dan ayam), telur, ikan dan olahannya, sayur mayur, dan buah buahan di pasok dari luar Kota Bandung.  Beras sebagaian besar masih dipasok dari wilayah Jawa Barat. Sedangkan telur mayoritas dipasok oleh wilayah Blitar dan Priangan Timur.

Menurutnya, secara geografis Kota Bandung memang menguntungkan. Meski tidak memiliki lahan pertanian, Kota Bandung adalah Kota kolektif-distributif.

“Secara alamiah produsen mendatangi Kota Bandung. Bukan hanya untuk kebutuhan Kota Bandng tetapi untuk mendistribusikannya kembali ke daerah lainnya,” papar Gin Gin.

Namun agar tak tergantung pada daerah lain, Gin Gin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memiliki program yang dinamakan Buruan SAE. Buruan yang berarti halaman dan SAE merupakan singkatan dari Sehat, Alami, dan Ekonomis.

Program ini merupakan program urban farming yang terintegrasi. Tujuannya untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun.

Sejauh ini, Program Buruan SAE yang dimulai di akhir tahun 2019 ini telah mencapai 128 titik yang tersebar di 151 Kelurahan yang ada di Kota Bandung.

“Program ini akan terus kita kembangkan dan kita dorong agar Buruan SAE ini menjadi sebuah budaya yang melekat di masyarakat. Sehingga ketahanan pangan di Kota Bandung terus aman,” tutur Gin Gin.

(adv)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …