Kader Demokrat Diming-imingin Rp100 Juta

RICUH: Massa kubu pro dan kontra KLB Partai Demokrat terlibat bentrok di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, kemarin (5/3/2021). Tidak ada korban dalam kericuhan yang berlangsung sesaat itu. (foto: IST)

RICUH: Massa kubu pro dan kontra KLB Partai Demokrat terlibat bentrok di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, kemarin (5/3/2021). Tidak ada korban dalam kericuhan yang berlangsung sesaat itu. (foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu, Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas mengungkapkan kedatangan dirinya ke Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara lantaran diming-imingin uang Rp 100 juta.


Gerald kala itu mengaku dihubungi oleh seorang bernama Vecky Gandey untuk bisa memilih Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB.

“Karena diimingi uang yang besar Rp 100 juta yang pertama kalau sudah tiba dilokasi 25 persen dari Rp 100 juta yaitu Rp 25 juta. Selesai KLB akan mendadpatkan sisanya yaitu Rp 75 juta,” ujar Gerald di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Ternyata, lanjut Gerald, iming-iming uang Rp 100 juta tersebut tidak benar adanya. Dirinya hanya mendapatkan Rp 5 juta. Sehingga hal ini dia mengaku sangat kecewa karena uang Rp 100 juta nyatanya tidak ada. “Tapi nyatanya kita cuma dapat uang Rp 5 juta,” katanya.

Setelah itu Gerald bersama dengan kader-kader Partai Demokrat protes lantaran hanya mendapatkan uang Rp 5 juta. Setelah itu barulah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin memberikan uang Rp 5 juta lagi. Sehingga totalnya 10 juta yang ia dapatkan.

“Karena kami memberontak hasil KLB tidak sesuai harapan tiba-tiba dipanggil dan ditambahin uang Rp5 juta oleh bapak M Nazaruddin,” ungkapnya.

“Saya tak terima karena sudah berkorban dan melawan Ketua DPC saya sehinga dipanggil dan ditambah uang Rp 5 lima juta total kita dapat uang Rp 10 juta,” tambahnya.

Gerald mengaku dirinya datang ke KLB tersebut juga dengan alasan bahwa Ketua DPC tidak bisa menghadiri di hajatan tersebut. Padahal sesuai dengan peraturan AD/ART seorang Wakil Ketua DPC tidak memiliki hak untuk memberikan suara di KLB.

“Dibilang sama Pak Vecky enggak apa-apa, yang penting nanti di lokasi KLB akan pilih ketum baru yaitu Moeldoko,” tuturnya.

Sebelumnya, Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilakukan di Deli Serdang, Sumatera Utara memutuskan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026.

Moeldoko terpilih secara voting dalam KLB tersebut dengan mengalahkan Marzuki Alie yang kala itu dicalonkan oleh peserta KLB sebagai calon ketua umum Partai Demokrat.

(jawapos)

Loading...

loading...

Feeds