Longsor di Nagrak Hantam Angkot Hingga Terjungkir

EVAKUASI : Warga Kampung Warung Kawung RT 002/06 Desa Cisarua, Kacamatan Nagrak saat mengevakuasi angkutan umum yang terseret longsor. (foto: IST)

EVAKUASI : Warga Kampung Warung Kawung RT 002/06 Desa Cisarua, Kacamatan Nagrak saat mengevakuasi angkutan umum yang terseret longsor. (foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Bencana longsor usai hujan deras terjadi di Kampung Warung Kawung RT (02/06) Desa Cisarua, Kacamatan Nagrak. Akibatnya, mobil pemilik rumah ikut terseret longsoran hinga terjungkir.


Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, peristiwa itu terjadi pada Selasa sore (2/3/2021), sekitar pukul 15:40 WIB, saat itu hujan deras di lokasi tersebut. Secara tiba-tiba parkiran da jalan depan rumahnya ambruk yang menyeret mobil jenis angkutan umum miliknya.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengungkapkan, peristiwa longsor yang terjadi di Kampung Warung Kawung RT 002/06 Desa Cisarua, Kacamatan Nagrak terjadi akibat kontur tanah yang tidak kuat menahan derasnya hujan.

“Hasil pengecekan yang kami lakukan, struktur tanah di lokasi tersebut kurang kuat, sehingga saat hujan turun tanah ambruk,” terangnya kepada Radar Sukabumi, Rabu (3/3/2021).

Tebing yang memiliki panjang tiga meter dengan tinggi meter tersebut menyeret satu unit kendaraan angkot miliknya , dan matrial longsoran serta puing dinding pagar rumah menutupi jalan desa.

“Para petugas gabungan berserta warga setempat telah mengavakuasi material longsoran, termasuk angkutan umum yang ikut tersered,” sebutnya.

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa maupun luka, namun ditaksir kerugian yang alamu oleh pemilik rumah mencapai Rp 2 juta rupiah.

“Tidak ada korban Alhamdulillah, karena mobil pun dalam keadaan terparkir dan kosong. Kami meminta agar masyarakat tetap waspada saat hujan deras turun,” tutupnya.

Sementara itu, Dasep, pemilik rumah mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi dirinya bersama keluarga sedang berada dirumah. Dasep menduga, kontur tanah tidak sesuai dengan beban, sehingga saat hujan turun tebing yang dibangunnya ambruk.

“Kami ada dirumah saat kejadian, beruntung longsoran tidak menyeret rumah. Saya duga, memang kekuatan tanah belum stabil,” pungkasnya.

(upi/d)

Loading...

loading...

Feeds