Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan kain saat  disuntik vaksin sinovak.


Bahkan saat jarum suntik akan diletakkan ditangan kiri Kepala Desa, tak hentinya ia mengucapkan istighfar sembari duduk tergesa-gesa, ketika disuntikkan ia langsung mengucapkan takbir.

“Baru kali ini saya merasakan disuntik, rasanya cukup ngilu, awalnya sempat deg-degan malahan tensi darah sempet naek trus keringat dingin keluar,” ucapnya di Puskesmas Margajaya Kecamatan Tanjungsari.

Ia mengaku, upaya mendukung program pemerintah dalam mengatasi penyebaran Covid-19, meski awalnya takut, tetapi setelah disuntik tidak ada efek apa-apa.

“Intinya bukan takut divaksin tapi takut liat jarum suntik, vaksin ini sebagai langkah upaya pemerintah melawan covid,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Tanjungsari Ida Farida Sobandi menghimbau kepada Kepala Desa (Kades) dan Sekertaris Desa (Sekdes) agar ikut andil menyukseskan vaksinasi dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Alhamdulillah, kades dan sekdes di Tanjungsari sudah disuntik vaksin, vaksinasi gelombang dua vaksinasi sasarannya adalah personel TNI, Polri, guru, perangkat kecamatan, dan perangkat desa yang dilakukan didua tempat yakni di Puskesmas Tanjungsari dan Margajaya,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk tahap kedua gelombang kedua vaksinasi ini akan dilakukan mulai 15 Maret 2021. Dikatakan, selama ini proses vaksinasi berjalan lancar.

“Semua lancar, tidak ada reaksi apapun.

Inya Allah semua halal dan aman, ini berdasarkan fakta dari MUI (Majelis Ulama Indonesia),” ucapnya.

Oleh karena itu, kata camat, masyarakat tidak perlu ragu saat tiba waktunya untuk disuntik vaksin. (tha)

 

Loading...

loading...

Feeds