Dispangtan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Sekitar

MANFAATKAN LAHAN: Kelompok Pemuda Mandiri di RW 07 Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung mengelola kebun mandiri di kawasannya. (foto: IST)

MANFAATKAN LAHAN: Kelompok Pemuda Mandiri di RW 07 Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung mengelola kebun mandiri di kawasannya. (foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung mengimbau warga kreatif memanfaatkan lahan disekitar rumahnya, untuk menjaga ketersediaan pangan. Salah satunya dengan membudidayakan sayuran dan pangan lainnya.


“Masyarakat diharapkan di masa pandemi ini untuk bisa kreatif memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk ditanami sayuran atau pangan lainnya,” ucap Kepala Dispangtan Kota Bandung,
Gin Gin Ginanjar di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung, Selasa (2/3/2021).

Menurut Gin Gin, Kota Bandung bukan daerah produsen penghasil pangan. Sehingga selama ini ketersediaan pangan di Kota Bandung masih bergantung dari luar kota sebagai pemasok.

“Kota Bandung bukanlah daerah produsen pengahasil pangan, melainkan kota besar metropolitan yang mana hampir 96 persen pangannya didatangkan dari luar kota Bandung,” ungkapnya.

Kendati demikian, Gin Gin meyakini ketersediaan pangan di Kota Bandung masih cukup aman walaupun ada bebarapa pangan yang mengalami kenaikan harga.

“Sampai hari ini kondisi pangan di Kota Bandung dari sisi ketersediaan dan kecukupan itu cukup dan masih aman,” ujarnya.

Selain melalukan pengawasan, untuk meyiasati agar kebutuhan dan ketersediaan pangan di Kota Bandung mencukupi, Gin Gin mengaku selalu berkoordinasi, membangun komunikasi yang baik dan juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti dengan Disdagin dan Bulog.

“Koordinasi dan kerja sama untuk menjaga ketersediaan pangan juga kita lakukan seperti dengan Disdagin juga dengan Bulog selain melakukan monitoring ke Pasar,” ungkapnya.

Di samping itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung juga gencar membuat program-program dalam rangka menjaga ketersediaan pangan di Kota Bandung dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satunya program Pembagian Pohon dan Bandung Agri Market (BAM).

Bandung Agri Market bertujuan menjaga fungsi ekologis dan penghijauan dengan melakukan penanaman pohon buah-buahan di beberapa kawasan.

“Program Dispangtan untuk menjaga fungsi ekololgis dan penghijauan dengan cara bertanam pohon buah-buahan di kawasan RPH dan kawasan tertentu yang dianggap rawan,” jelasnya.

Menurutnya, Program Bandung Agri Market merupakan wadah bagi para kelompok binaan Dispangtan untuk memamerkan produk hasil olahannya.

“BAM adalah sebuah media atau ajang berkumpulnya para kelompok olahan hasil binaan Dispangtan. Hasil olahan pertanian atau peternakan, perikanan dan hasil olahan lainnya kemudian ditampung dalam suatu media semacam pameran,” pungkasnya.

(arh/bbs)

Loading...

loading...

Feeds