Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana perlahan mulai berubah. Sebagian masyarakat mulai panik. Ada yang memborong masker, hand sanitizer, hingga memenuhi setiap sudut troli supermarket dengan berbagai makanan instan.


Beberapa hari kemudian, pasien positif korona di Indonesia terus bertambah. Hingga akhirnya, sejumlah kota menerapkan setengah lockdown.

Jalanan lengang, transportasi dibatasi, pertokoan tutup, dan tanda ”X” ada di mana-mana.

Empat penonton di studio 1 CGV Blitz Bella Terra, Pulomas, Jakarta (10/20/2021). (HENDRA EKA/JAWA POS)

Sejumlah pengusaha mengencangkan ikat pinggang. Tak terkecuali Dadang, penjual pakaian muslim asal Ciseeng, Bogor. ”Tahun 2020 adalah tahun terberat sepanjang hidup saya. Hampir 20 tahun saya jualan pakaian di Mal Blok M, tapi tahun ini harus pindah ke kampung,” ujar Dadang.

Bukan hanya toko milik Dadang, tak sedikit perusahaan besar yang ikut tutup. Tak terkecuali perusahaan ritel besar, bioskop, restoran, dan kantor-kantor media. Efeknya tak hanya terasa di ibu kota, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Remaja bermain bola di lapangan Petamburan, Jakarta Pusat (5/2/2021). (HENDRA EKA/JAWA POS)

Pulau Dewata Bali yang mengandalkan pemasukan di sektor wisata kini bak pulau mati. Di Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak yang biasanya ramai, kini hanya ada segelintir orang. Tak ada lagi dentuman musik keras di pinggir pantai.

Memasuki 26 Januari 2021, Indonesia resmi masuk klub 1 million, sebutan untuk negara dengan lebih dari sejuta pasien Covid-19. Prestasi yang tak bisa dibanggakan sama sekali.

Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat mulai terbiasa dengan udara ketidaknormalan. Anak-anak Petamburan kembali bisa bermain bola sambil berkerumun. Pedagang gorengan di Paseban, Jakarta Pusat, kembali memanaskan minyaknya meski terpampang jelas spanduk peringatan berada di kawasan zona merah.

Pengendara melintas di Jalan Raya Cinere, Depok, Jawa Barat (5/2/2021). (HENDRA EKA/JAWA POS)

Bencana lain juga tak lupa menyapa Indonesia. Menjelang akhir bulan kedua, Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia dikepung banjir. Sejumlah warga di Kemang, Jakarta Selatan, bahkan beraktivitas menggunakan perahu karet selama beberapa hari. Sejenak melupakan pandemi untuk menghalau bencana lainnya.

Harapan tinggal harapan, suluh api tetap perlu dikobarkan. Vaksin dan disiplin diri terhadap protokol kesehatan menjadi asa untuk membumihanguskan pandemi. Semoga keyakinan kita tetap hakiki akan segera hilangnya wabah ini. (*)

Loading...

loading...

Feeds