Pelayanan Harus Sesuaikan Kenaikan Tarif Parkir

JURU PARKIR: Petugas parkir membantu merapihkan kendaraan yang terparkir di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

JURU PARKIR: Petugas parkir membantu merapihkan kendaraan yang terparkir di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi resmi menaikkan tarif parkir kendaraan roda dan empat sebesar 100 persen dibandingkan tarif sebelumnya. Kenaikan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan parkir di Kota Cimahi yang sudah lama tidak ada penyesuaian tarif.


Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Hendra Gunawan menjelaskan, kenaikan retribusi parkir itu seiring dengan telah terbitnya Peraturan Wali Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2020, yang salah satunya mengatur soal tarif parkir dimana kenaikan tarif parkir hingga 100 persen itu berlaku bagi kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil) pribadi atau mobil box.

“Kenaikan tarif retribusi parkir acuannya ke Peraturan Wali Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2020. Kami akan sosialisasikan ini ke masyarakat juga supaya mereka tidak bertanya-tanya,” kata Hendra, Senin (1/3/2021).

Dia mencontohkan, kenaikan tarif untuk kendaraan bermotor roda dua dari asalnya Rp1.000 kini menjadi Rp2.000. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dari asalnya Rp2.000 kini menjadi Rp4.000. Sementara untuk mobil box dari asalnya Rp2.500 kini menjadi Rp5.000. Melihat kondisi saat ini, lanjut dia, kebijakan tersebut sudah layak untuk diterapkan.

“Sosialisasi ini akan dijalankan selama kurang lebih satu minggu ke depan, termasuk juga sosialisasi tentang lokasi-lokasi yang tidak boleh dipakai untuk parkir umum,” kata dia.

Di lain pihak, seorang warga Cimahi, Wawan (35), mengaku mendukung langkah yang dilakukan Pemkot Cimahi. Dia meminta kebijakan kenaikan tarif parkir harus diikuti oleh peningkatan pelayanan dari juru parkir (jukir). Sebab terkadang ada jukir yang ketika kendaraan datang parkir tidak ada, tapi pada saat akan pulang tiba-tiba muncul dan meminta bayaran.

“Kenaikan harus diimbangi dengan pelayanan. Juru parkir harus punya tanggung jawab, minimal menjaga dan mengatur tempat parkir supaya tidak semerawut. Misal ketika ada yang kesusahan keluar dari parkiran, jukir bisa membantu menggeserkan motor yang menghalangi, dan yang lain-lainnya,” terang pegawai swasta yang sehari-hari memakai motor ini.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds