Danone Komitmen Terus Gunakan Botol Daur Ulang

POJOKBANDUNG.com – Sampah plastik masih jadi masalah setiap daerah di setiap provinsi Indonesia. Guna mengurangi sampah anorganik, pemerintah gencar melakukan sosialisasi, salah satunya adalah daur ulang.


Danone sebagai produsen air minuman dalam kemasan (AMDK) berkomitmen membuat kemasan yang ramah lingkungan. Target ini sesuai untuk lebih mendorong target pengurangan sampah sampai 30 persen pada 2025.

Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan Danone-Aqua telah menjadi pionir dalam program daur ulang dan pengumpulan kemasan plastik bekas. Melalui program Aqua Peduli (Pengelolaan Daur Ulang Limbah), kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 1993.

Adapun tahun lalu, Danone telah meluncurkan produk Aqua 600 ml dengan kemasan yang mengandung 100 persen plastik daur ulang dan 100 persen dapat didaur ulang.

“Di Bali kami sudah menggunakan botol yang mengandung 25% bahan daur ulang. Lalu menambahnya lagi SGO ukuran 600 ml yang sudah 100% dilakukan secara bertahap. Karena memang kita harus hati-hati, semua standar yang terpenuhi,” kata Karyanto via Zoom, Selasa (02/03).

Selain itu, Aqua juga mempelopori inovasi kemasan ramah lingkungan dengan memperkenalkan produk kemasan galon sejak 1983 dan memastikan 70 persen bisnisnya telah sepenuhnya sirkular.

“Melalui gerakan #BijakBerplastik ini merupakan wujud komitmen yang berkelanjutan dalam hal partisipasi Danone untuk mengelola sampah plastik sekaligus menciptakan model ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas yang terlibat,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2020, volume sampah plastik pada 2020 mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh 5 persen setiap tahunnya.

Hal ini menjadi masalah karena beberapa jenis plastik bisa terurai tetapi memerlukan waktu bertahun-tahun. Selain itu, ada juga plastik yang sama sekali tidak dapat terurai di alam.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Rosa Vivien Ratnawati mendukung gerakan #BijakBerplastik yang diinisiasi Danone-Aqua.

“Saya mengajak produsen yang lain untuk mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh Danone-Aqua sebagai langkah konkrit dari komitmen dan tanggung jawab untuk membantu Pemerintah dalam memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk menghadapi persoalan-persoalan sampah yang kian menantang di masa depan,” kata Vivien.

Berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia (SWI), Bank Sampah berkontribusi dalam mengumpulkan 2,7% dari 0,421 juta sampah plastik paska konsumsi. Pemerintah sendiri menargetkan untuk mengurangi sampah 30% dan menangani sampah 70% pada tahun 2025.

Keterlibatan Pemerintah Daerah, dunia usaha, LSM, komunitas, organisasi keagamaan, pelajar dan mahasiswa, organisasi perempuan, serta masyarakat luas sangatlah dibutuhkan untuk mencapai target strategis penanganan sampah di Indonesia.

“Saya mengajak produsen yang lain untuk mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh Danone-Aqua sebagai langkah konkrit dari komitmen dan tanggung jawab untuk membantu Pemerintah dalam memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk menghadapi persoalan-persoalan sampah yang kian menantang di masa depan. Mari kita bergerak bersama, bekerja bersama membangun Indonesia yang lebih baik, sehingga dapat mencapai Indonesia bersih di tahun 2025,” pungkasnya.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …