Copet Berkeliaran di Kawasan Alun-alun Bandung

MELINTAS: Petugas Satpol PP menyebrangkan warga yang akan menyebrang di kawasan Alun-alun, Kota Bandung, Senin (19/10/2021). (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

MELINTAS: Petugas Satpol PP menyebrangkan warga yang akan menyebrang di kawasan Alun-alun, Kota Bandung, Senin (19/10/2021). (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta warga selalu berhati-hati dan tetap waspada ketika beraktivitas di ruang publik. Musababnya, aksi kriminalitas (pencopetan) marak terjadi, terutama menjelang akhir pekan.


Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana merespon aksi pencopetan yang terekam kamera hanphone milik warga di kawasan Alun-alun Bandung. Kasus itu-pun kemudian viral diberbagai lini media sosial (medsos).

Yana menyebut, kasus pencopetan di kawasan Alun-alun Bandung ditenggarai akibat dampak panjangnya masa pandemi Covid-19. Imbasnya, tingkat kejahatan kembali meningkat.

“Ini kan masa pandemi panjang. Jadi memang secara ekonomi terganggu. Sehingga tingkat kejahatan sangat mungkin untuk meningkat,” ujar Yana kepada wartawan, Senin, (1/3/2021).

Yana pun tak ingin aksi serupa kembali terjadi menimpa warga yang sedang beraktivitas di ruang publik. Maka dari itu, ia sudah meminta
meminta Satpol PP Kota Bandung beserta seluruh stakeholder terkait, untuk melakukan patroli lebih giat.

“Seperti yang kita lihat belakangan ini, di media sosial sedang viral bagaimana tindak kejahatan dengan mengalihkan perhatian korban. Modusnya sekarang memang beemacam-macam,” tuturnya.

Yana mengakui dengan ditutupnya taman Alun-alun Kota Bandung, secara tidak langsung memindahkan kerumunan massa ke area sekitarnya.

“Saya meminta warga tetap menjauhi kerumunan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, selain itu kerumunan juga berpotensi untuk terjadi penularan Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantibum), Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi mengatakan, pihaknya memang terus melaksanakan patroli. Hanya saja dirinya tidak bisa menjamin dengan patroli tindak kejahatan akan menurun.

“Yang bisa kita pastikan ketertiban akan lebih terjaga. Tapi kalau tingkat kejahatan kami tidak bisa menjamin. Memang siapa yang bisa menjamin, polisi saja tidak bisa,” tutur Taspen.

Di sisi lain, Taspen mengatakan, urusan pencopetan merupakan tindak kriminal yang bukan ranah Satpol PP, melainkan aparat kepolisian.

“Itu kan sudah menjadi kewenangan kepolisian. Kalau kami, tugasnya mengawal pelaksanaan Perda,” tuturnya.

Bahkan jika pihaknya menerima laporan dari warga dan menangkap tangan pelaku pencopetan, yang bisa dilakukan oleh Satpol PP adalah menyerahkan kepada pihak kepolisian.

“Waktu itu juga kami menerima laporan ada kejadian. Tapi kami arahkan untuk laporan ke Polsek,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds