67 Karyawan Pabrik Kecap Bangau Terpapar Covid

TERPAPAR : 67 karyawan Pabrik Kecap Bangau Cipeundeuy, Kabupaten Subang terpapar Covid-19. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

TERPAPAR : 67 karyawan Pabrik Kecap Bangau Cipeundeuy, Kabupaten Subang terpapar Covid-19. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 67 karyawan Pabrik Kecap Bangau Cipeundeuy, Subang terpapar Covid-19. Seluruh karyawan yang terpapar tersebut saat ini sedang menjalani karantina mandiri dan beberapa di antaranya mendapatkan perawatan di rumah sakit.


Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang dr. Maxi karyawan yang dinyatakan terpapar Covid-19 tersebut, setelah pihak perusahaan melakukan test swab secara mandiri terhadap 500 karyawan dan hasilnya sebanyak 67 karyawan dinayatakan positif Covid-19.

“Saat ini pihak kami terus memantau kondisi karyawan yang terpapar. Semua karyawan yang terpapar kondisi sehat, sedang melakukan recovery. Kami pantau terus kesehatannya setiap hari,” kata dr Maxi, Senin (1/3/2021).

Selain itu, pihak perusahaan juga terus melakukan upaya pencegahan untuk memperketat penyebaran Covid-19. Maxi juga memastikan, tidak akan melakukan penutupan terhadap Pabrik Kecap Bangau tersebut, meski sebanyak 67 karyawannya terpapar positif covid-19.

“Kenapa, hal ini didasari pertimbangan, kalu karyawan yang negatif, kalu di tutup mereka kan tidak bekerja, pastinya akan berdampak terhadap ekonomi karyawan dan keluarganya,” ungkap Maxi

Lebih lanjut kata Maxi, untuk mencegah klaster baru, kini tengah dilakukan traching kontak terhadap keluarga ke 67 karyawan positif covid. Karena khawatir akan terjadi klaster baru keluarga.

“Hari ini, kami bersama Satgas Covid, melakukan traching terhadap keluarga ke 67 karyawan. Kami khawatir terjadi klaster baru keluarga,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, pihak manajemen berkoordinasi dengan pemerintah dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan protokol yang berlaku untuk menindaklanjuti hasil tes tersebut.

“Untuk mendukung upaya pemerintah mengatasi pandemi covid-19, pihak manajemen komitmen untuk berperan aktif di lingkungan perusahaan sebagai penggerak roda ekonomi, khususnya bagi para karyawannya,” pungkas Maxi.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds