Rutin Gelar Razia di Kamar Tahanan

RAZIA : Petugas Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung saat melakukan razia kamar tahanan. (foto : IST)

RAZIA : Petugas Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung saat melakukan razia kamar tahanan. (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Guna keamanan bisa terjaga dan mencegah masuknya barang-barang terlarang. Lapas Kelas II A Jelekong Kabupaten Bandung setiap Minggu melakukan razia secara rutin di hunian warga binaan secara acak.


Hal tersebut dikatakan Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, Faozul Ansori. Ansori mengatakan bahwa kegiatan razia rutin dilakukan di setiap kamar tahanan. Hal tersebut dilakukan agar keamanan bisa terjaga dan mencegah masuknya barang-barang terlarang.

“Tidak secara serentak semuanya, kita bergilir secara acak, kalau razia dijadwal otomatis ketahuan. Kita punya tim deteksi dini, kira-kira kamar mana yang diindikasikan ada gangguan, atau menyimpan barang-barang terlarang, yang diindikasikan bisa mengganggu keamanan, ya kita langsung bergerak,” ujar Faozul di Baleendah, Minggu (28/2/202).

Untuk pengawasan secara keseluruhan, Faozul memastikan bahwa itu tetap terjaga. Apalagi ada petugas yang berkeliling ke seluruh area, baik area dalam maupun luar, pada jam-jam tertentu. Kata Faozul, hingga saat ini tidak pernah terjadi pelarian narapidana.

Sementara itu, dengan adanya pandemi Covid 19 maka pihak Lapas Jelekong meniadakan fasilitas berkunjung. Meski demikian, kata Faozul, ada sarana video call yang bisa digunakan warga binaan yang ingin menghubungi keluarganya. Jadi ada jadwalnya, kemudian untuk sarananya juga sudah memadai.

“Dengan adanya pandemi Covid 19, kita tidak ada kunjungan, hanya boleh penitipan barang, kita sediakan hari dan jamnya. Jadi setiap barang yang masuk akan kita geledah dulu, jadi barang-barang yang masuk steril,” tutur Faozul.

Di Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung sendiri sudah tersedia ruang isolasi mandiri. Faozul mengungkapkan bahwa pernah ada tiga pegawai lapas yang positif Covid 19, tapi kini sudah kembali sehat.

“Kita sudah zero (Covid 19), kita juga sudah di swab, kemaren dinas kesehatan sudah kesini. Sudah ada koordinasi, ya berharap bisa segera di vaksinasi,” ungkapnya.

Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, Aramichi mengatakan bahwa ketika kegiatan razia ruang tahanan, pernah ditemukan handphone, alat pemanas hingga rangkaian kabel yang digunakan untuk membantu alat pemanas. Kata Aramichi di ruang tahanan memang tidak ada stop kontak atau colokan listrik.

“Fasilitas di Lapas Jelekong sudah memadai, misalnya untuk air panas, kita sudah siapkan dispenser untuk satu blok. Jadi mereka bisa ambil di situ setiap hari. Nah kalau jam malam nanti disiapkan lagi termos, jadi saat malam butuh air panas bisa ambil,” ucapnya.

Bagi warga binaan yang tertangkap menyimpan barang terlarang di ruang tahanan, maka sanksinya adalah penggagalan program percepatan pulang.

“Kalau sanksi ada, setelah dari penggeledahan kita naikkan menjadi suatu kronologi, kemudian kita naikkan lagi menjadi BAP, kemudian ada sanksi untuk mereka, namanya register H dan register F. Sanksinya adalah penggagalan program percepatan pulang,” pungkasnya.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds