Dua Rumah Rusak Akibat Longsor di Cikalongkulon

BENCANA: Longsor dan pergerakan tanah terjadi di Kampung Cijati RT 02 RW 03 dan Kampung Cipari RT 05 RW 02 Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon. (foto : IST)

BENCANA: Longsor dan pergerakan tanah terjadi di Kampung Cijati RT 02 RW 03 dan Kampung Cipari RT 05 RW 02 Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon. (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Longsor dan pergerakan tanah terjadi di Kampung Cijati, RT 02/ RW 03 dan Kampung Cipari, RT 05/ RW 02 Desa Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jumat (27/02/2021).


Menurut data yang dihimpun, satu rumah milik warga yang bernama Agung, jebol pada dinding temboknya serta satu rumah terancam ambruk milik warga yang bernama Adin.

Selain rumah, longsor di daerah tersebut menyebabkan jalan desa tertimbun longsor setengah badan dan jalan di kampung Cipari RT 05/ RW 02 amblas dengan kedalaman 70 sentimeter, panjang 20 meter dan lebar 2,8 sentimeter sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan .

Sekretaris BPBD Muhammad Irfan mengatakan, musibah tersebut terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi .

“Kejadiannya sekitar jam 15.00 WIB. Curah hujan yang sangat tinggi serta angin menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan,” katanya kepada Radar Cianjur.

Selain itu, ia menambahkan kondisi tanah yang sangat rendah di bawah perbukitan serta tidak bisa menahan intensitas air menyebabkan longsor menimbun jalan.

“Daerahnya nya kan perbukitan, bukit yang di samping- sampingnya jalan gak bisa nahan pas air hujan turun, jadinya yah longsor menutup jalan,” ujarnya.

Pihaknya bersama warga telah melakukan upaya evakuasi dengan bergotong royong membersihkan material yang menutupi jalan serta mengevakuasi warga yang rumahnya tertimbun.

“Keluarga warga atas nama Agung dan Adin telah kami relokasi dan sementara tinggal di rumah kerabatnya. Jalan yang tertimbun kita telah upayakan bersama warga dengan membersihkan material timbunan longsor dengan alat berat dan peralatan yang di miliki warga ” ucap Irfan.

Menurut Irfan kerugian akibat musibah ini di taksir mencapai puluhan juta rupiah sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Beruntung sih gak ada korban jiwa, hanya saja kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah. Mudah-mudahan pemerintah segera dapat membantu masyarakat yang terdampak akibat bencana ini,” tandasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds