DLH Keluhkan Anggaran Perawatan Kendaraan

RONGSOKAN : Truk pengangkut sampah di DLH Subang, kondisinya rusak jadi rongsokan dan teronggok di areal dinas. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

RONGSOKAN : Truk pengangkut sampah di DLH Subang, kondisinya rusak jadi rongsokan dan teronggok di areal dinas. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang mengakui bahwa penanganan sampah di wilayah Subang tidak berjalan dengan optimal sehingga banyak sampah yang belum terangkut hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA). Permasalahannya, banyak truk sampah tidak dapat beroperasi karena kondisinya sudah rusak.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Subang Rona Mairansyah mengatakan, sebanyak 13 unit dari total 45 truk pengangkut sampah di DLH Subang, kondisinya rusak jadi rongsokan dan teronggok di areal dinas.

Selain itu, minim anggaran perawatan dan pemeliharaan kendaraan truk sampah, juga menjadi kendala tersendiri. “Total ada sekitar 13 truk sampah dalam kondisi rusak dan sudah jadi rongsokan. Adapun nilai perawatan kendaraan, per tahunnya cuma Rp75 juta. Sangat minim ya. Wajar apabila pengangkutan sampah di wilayah ini tidak optimal,” terang Rona saat dihubungi wartawan.

Karena itu, lanjut Rona, dengan dana perawatan kendaraan sebesar tersebut, tidak sebanding dengan jumlah dan tingginya mobilitas kendaraan dalam mengangkut sampah setiap harinya.

“Apa lagi puluhan truk sampah itu rata rata sudah berusia tua, keluaran tahun 2000-an. Bahkan ada yang keluaran pabrik 1997. Dan paling banter, termuda, itu keluaran pabrik tahun 2013,” katanya.

Menurut Rona, pengadaan armada truk sampah baru  dibutuhkan pengadaan armada truk sampah dan beko sebagai penunjangnya sangat mendesak.

“Idealnya ,kami berharap kedepan ada penggantian armada, pengadaan truk baru, sebanyak 60 unit, ini sudah ideal sesuai hitungan konsultan. Ditambah 3 unit loder dan beko. Dan kita berharap pembiayaan pengadaannya dari APBN pusat, mengingat keterbatasan kemampuan daerah,” tandas Rona.

“Dengan truk yang ada saat ini, kita cuma bisa mengangkut 170 ton sampah per hari dan cuma bisa menangani sampah di 18 kecamatan saja. Sisanya tidak tidak terlayani termasuk sampah yang ada di permukiman warga, belum tercover. Kedepan, kami berharap jika penambahan armada dan fasilitas penunjangnya direalisasi, pelayanan penanganan sampah bisa lebih optimal, ” pungkas Rona.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …