Ribuan Pelaku Pariwisata Diajukan untuk Jalani Vaksinasi

MERAPIHKAN : Petugas tengah merapihkan vaksin Sinovac yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.(foto : Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

MERAPIHKAN : Petugas tengah merapihkan vaksin Sinovac yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.(foto : Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ribuan orang pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Bandung diajukan untuk menjalani vaksinasi Covid 19. Pelaku pariwisata yang diajukan untuk mengikuti vaksinasi Covid 19 itu seperti pelaku wisata yang sifatnya layanan publik, mulai dari jajaran dinas pariwisata, pelaku wisata yang ada di objek wisata ditambah lagi pelaku kebudayaan.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha mengatakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan satgas Covid 19 dan juga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung terkait pemberian vaksin Covid 19 untuk pelaku pariwisata yang ada di Kabupaten Bandung.

“Kita sudah melakukan pendataan, minggu lalu sudah kita inputkan datanya. Datanya sekitar seribu kuota untuk vaksin tahap pertama, tinggal menunggu kapan akan dilaksanakannya,” ujar Yosep saat dihubungi via telepon, kemarin.

Sebanyak 15 persen hingga 20 persen dari total pariwisata yang ada di Kabupaten Bandung, kata Yosep, sudah mendapatkan sertifikasi Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau yang biasa disebut dengan sertifikat CHSE.

“Kita mengusulkan Kemenparekraf agar kuota per kabupatennya diatur secara maksimal, kemudian prosesnya terintegrasi dengan kabupaten. Supaya bila ada satu destinasi yang mengurus sertifikasi CHSE juga bisa terkoneksi dengan dinas langsung, jadi tidak harus menunggu pemberitahuan dari destinasi tersebut,” ujarnya.

Jadi, menurut Yosep, untuk saat ini memang prosesnya langsung secara online dan dilakukan oleh Kemenparekraf dengan tim yang ditunjuk, sehingga kita hanya menerima informasi tentang jumlah hotel dan destinasi sudah melakukan sertifikat CHSE.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung, Use Juhaya berharap vaksinasi Covid 19 tersebut bisa segera menyasar para pelaku wisata, hotel dan restoran. Setelah ada vaksinasi, harapannya bisa ada kelonggaran di lokasi wisata.

“Mungkin kalau sudah vaksin berapa persen, pemerintah bisa memberikan kelonggaran untuk wisata,” ungkap Use.

Terpisah,  pengelola objek wisata Glamping Lakeside Rancabali, Marcel mengatakan bahwa vaksinasi itu penting dilakukan pada para pelaku usaha yang banyak berinteraksi dengan para wisatawan. Guna mempercepat proses vaksinasi tersebut, pihaknya menyarankan vaksinasi secara mandiri.

“Vaksinasi penting untuk lokasi wisata, karena kan teman-teman banyak berhubungan dengan pengunjung, jadi memang wajib untuk vaksinasi. Tapi saya sih menyarankan pemerintah juga ada vaksinasi mandiri, jadi orang bisa bayar atau apa segala macam, meringankan pemerintah juga. Jadi mereka kapanpun bisa divaksin. Setuju vaksin mah, mempercepat penyelesaian masalah Covid 19 ini,” pungkas Marcel.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds