BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

SUASANA: Tampak Sejumlah angkot sedang menunggu penumpang di terminal Leuwigajah, Cimahi, beberapa waktu lalu. (foto: IST)

SUASANA: Tampak Sejumlah angkot sedang menunggu penumpang di terminal Leuwigajah, Cimahi, beberapa waktu lalu. (foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap final studi kelayakan. Berdasarkan rencana, angkutan massal ini mencakup wilayah di Bandung Raya, yakni Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.


Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi Ranto Sitanggang mengungkapkan, bahwa rute transportasi BRT dipastikan tidak akan mengganggu trayek angkot yang sudah ada.

“Sekarang udah masuk tahap final study kelayakan. Tahapan selanjutnya adalah penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan BRT di Kawasan Cekungan Bandung,” kata Ranto, Kamis (25/2/2021).

Dia mengemukakan, berdasarkan kajian, untuk desain dan konstruksi rencananya dilaksanakan pada 2022. Jika semua berjalan lancar tanpa hambatan siginifikan, BRT tersebut akan diuji coba dan mulai beroperasi pada awal 2023.

Nanti, ada dua rute yang akan dilalui transportasi semacam busway itu, yakni, Cimahi-Cicaheum dan Cimahi-BEC. Khusus di Kota Cimahi bus tersebut akan melalui Jalan Amir Machmud-Jalan Gator Subroto kemudian berakhir di Stasion Cimahi.

“Tujuan transportasi BRT di Bandung Raya termasuk di Kota Cimahi karena angkutan umum yang sudah tersedia belum memiliki daya angkut yang besar untuk memobilisasi masyarakat dan mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Menurut Ranto, layaknya busway, konsep lajur jalan BRT ini awalnya direncanakan khusus, tidak boleh disatukan dengan kendaraan lain. Namun mengingat lebar jalan di Kota Cimahi tidak terlalu signifikan, maka akan disatukan dengan lajur jalan kendaraan lain.

Meski begitu, Ranto memastikan, keberadaan BRT tidak akan mengganggu keberadaan angkutan umum (angkot) di Kota Cimahi.

“Tidak akan mengganggu trayek lokal Cimahi. Sebaliknya angkot bisa menjadi pengumpan atau feeder penumpang yang akan menggunakan layanan BRT,” tutur Ranto.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds