Tingkatkan Sinergitas Program Bangga Kencana

MEMAPARKAN: Kepala BKKBN provinsi Jawa Barat, Kusmana menyampikan sambutan saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2021 di Crown Plaza Hotel, Rabu (24/2/2021) (foto : IST)

MEMAPARKAN: Kepala BKKBN provinsi Jawa Barat, Kusmana menyampikan sambutan saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2021 di Crown Plaza Hotel, Rabu (24/2/2021) (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2021. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, 24-25 Februari 2021 yang dihadiri sejumlah perwakilan dan diikuti peserta lainnya secara virtual melalui aplikasi zoom meeting serta kanal Youtube.


Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo mengungkapkan, di 2021 jangan terlena soal kuantitas akan tetapi fokus memperhatikan kualitas penduduk. Sebab, berdasarkan hasil sensus penduduk di 2020 bonus demografi rupanya bisa terjadi lebih cepat.

“Kita harus mempersiapkan kualitas SDM dari sekarang,” papar Hasto melalui apliaksi zoom meeting.

Hasto juga meminta, Pemerintah Provinsi Jabar atau kabupaten dan kota bisa mendukung setiap kegiatan BKKBN, termasuk blueprint kependudukan di 2021.

“Sudah waktunya fokus kita pada pembangunan manusia, termasuk program di 2021 yakni penurunan jumlah angka stunting,” jelasnya.

Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kusmana dalam sambutannya mengungkapkan, tema Rakerda tahun ini penguatan peran lintas sektoral dalam implementasi program Bangga Kencana dan akselerasi penurunan stunting di Jabar.

Kata dia, tema ini diusung dengan harapan pada 2021 melalui peran seluruh sektor di tingkat provinsi dan kabupaten serta kota, program Bangga Kencana dapat sukses dilaksanakan pada masa Pandemi Covid-19 dan tantangan penurunan angka Stunting di Jabar dapat segera dilaksanakan secara konkrit integratif dan komprehensif.

“Untuk mempercepat target sasaran kami memberikan perhatian yang lebih pada operasi akar rumput berbasiskan data teknis, oleh karena itu pada 2021, BKKBN akan melaksanakan Pendataan Keluarga (PK) termasuk di dalamnya terdapat indikator keluarga-keluarga yang memiliki resiko tinggi untuk melahirkan anak Stunting,” jelasnya.

Kusmana menyebut, kegiatan prioritas program Bangga Kencana lainnya yang akan dilaksanakan pada 2021 antara lain Pendataan Keluarga yang akan dimulai pada April sampai 31 Mei 2021. Penguatan Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra. Penguatan pelaksanaan program kampung keluarga berkualitas yang tercatat sudah sebanyak 2.588 Kampung KB yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Menurutnya, dari sisi pengendalian dan peningkatan kualitas penduduk, hasil SP 2020 menyatakan jumlah total penduduk Jabar sebesar 48,27 juta jiwa. Apabila diperhatikan, proporsi jumlah paling besar adalah di range usia 15 sampai 64 tahun sebesar 70,68 persen yang artinya bahwa kelompok inilah yang masuk ke dalam kategori usia produktif.

“Besarnya angka ini perlu perhatian dan persiapan secara
matang dari semua lintas sektor khususnya dari sisi pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan produktif, agar mereka dapat berperan aktif dalam mewujudkan SDM yang juara lahir bathin dengan inovasi dan kolaborasi,” paparnya.

Sementara itu, sambutan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui Kabiro Pelayanan dan Pengembangan Pemprov Jabar, Barnas Ajidin mengatakan, Rakerda tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus menumbuhkan harapan dan keyakinan bahwa keluarga-keluarga di Jabar dapat melewati tantangan pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, termasuk Indonesia.

“Kami menyambut baik dan berkomitmen mendukung upaya BKKBN dalam percepatan penurunan stunting. Saya pastikan segala kebijakan Pemerintah Daerah baik di provinsi maupun di kabupaten/kota linear dengan kebijakan Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds