Penanganan Cipunagara Sudah Dijadwalkan Sejak 2019

KETERANGAN : Kabid keterpaduan insfrastruktur BBWS Citarum Andri Yosa Sabri bersama Bupati Subang dan Dandim Subang, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (22/2/2021). (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

KETERANGAN : Kabid keterpaduan insfrastruktur BBWS Citarum Andri Yosa Sabri bersama Bupati Subang dan Dandim Subang, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (22/2/2021). (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG Kabid keterpaduan insfrastruktur BBWS Citarum Andri Yosa Sabri mengatakan, untuk penanganan sungai Cipunagara sudah dijadwalkan sejak tahun 2019 hingga akhirnya didapatlah mekanisme pendanaan yang berasal dari pinjaman luar negeri.


“Karena berasal dari pinjaman luar negeri tentunya prosesnya lebih lama dari APBN, mungkin prosesnya akan selesai sekitar 2022 awal,” terang Andri.

Andri pun berharap agar kejadian seperti saat ini tidak berulang dan pihaknya tengah mengupayakan penanggulangan secara konperhensif dari hulu ke hilir sehingga bencana banjir yang terjadi saat ini bisa tertanggulangi dan tidak terulang kembali.

Hal ini diungkapan Andri melakukan peninjauan dampak banjir di wilayah Desa Bongas berasama Pemkab Subang serta Kodim 0605 Subang sebagai upaya menindaklanjuti solusi yang sudah direncanakan, Senin (22/2/2021).

Sementara itu Bupati Subang H.Ruhimat menuturkan berbagai langkah yang ditempuh pemerintah daerah Subang dalam rangka penanggulangan bencana.

“Prioritas pemerintah daerah sementara adalah pemulihan dan menanggulangi yang bersifat darurat dan siap mengeluarkan dana yang diperlukan secukupnya,” ujar kang Jimat sapaan akrabnya.

Masyarakat berharap agar Kang Jimat dan pihak BBWS Citarum melakukan pengawasan terhadap berbagai pembangunan di Kabupaten Subang salah satunya adalah tanggul di wilayahnya sehingga kualitasnya baik dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Saya sudah bosan dan capek, setiap tahun pasti ada banjir dan banjir. Kami minta Pemerintah dan BBWS serius melakukan pencegahan banjir yang kerap melanda wilayah Pantura. Kami gak ingin tahun depan ada banjir lagi, saya mohon diperhatikan,” harap Maman warga Pamanukan.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds