Balai Karya Pangudi Luhur Kembangkan Wirausaha Kuliner

ILUSTRASI: Suasana kawasan Sentra Kreasi ATENSI di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi Timur mulai ramai dikunjungi. (foto : IST)

ILUSTRASI: Suasana kawasan Sentra Kreasi ATENSI di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi Timur mulai ramai dikunjungi. (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Sentra Kreasi ATENSI milik Kementerian Sosial yang di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi Timur mulai ramai dikunjungi. Pasalnya, kawasan tersebut jadi lokasi pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat.


Beberapa booth di Sentra Kreasi ATENSI diisi kuliner khas nusantara.
Hal yang tidak kalah penting yaitu pedagangnya adalah penerima manfaat. Penerima manfaat pejuang kuliner ini mulanya tidak bisa berjualan, tidak begitu mahir memasak makanan khas nusantara dan belum dibekali manajemen keuangan dalam penjualan kini mereka bisa mengelola mandiri.

Sejak Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini bersama jajarannya turun langsung menjangkau beberapa pemulung dan tuna wisma pada Januari 2021, didapat beberapa pemulung dan tuna wisma yang mau diajak tinggal di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi.

Selama di Balai, mereka mendapatkan berbagai pelatihan, mulai dari pelatihan olahan panganan (kuliner), pelatihan budidaya ikan air tawar, pelatihan daur ulang sampah atau pelatihan tanaman hidroponik dan lainnya.

Risma menyebutkan, akan menggerakkan dua “mesin” di dalam keluarga pemulung dan tuna wisma. Pertama, kepala keluarga diberikan akses pekerjaan yang lebih layak, yaitu disalurkan ke perusahaan BUMN. Sedangkan istrinya, dibekali pelatihan kuliner sebagai bekal untuk mencari penghasilan tambahan.

“Surabaya Hotel School (SHS) memberikan pelatihan memasak kepada penerima manfaat manfaat dan instruktur dari Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan Balai Karya Mulya Jaya,” jelasnya.

Tim SHS yang terdiri dari lima instruktur ini mempunyai misi memberi pembekalan bidang kuliner dengan harapan semua peserta bisa mengembangkan materi masakan dan nilai tambahnya bisa jadi ladang usaha dan menambah ‘income’ para penerima manfaat.

Heni, salah satu penerima manfaat yang mengisi booth kuliner menyebutkan dirinya senang bisa memanfaatkan ilmunya untuk mencari rezeki.

“Saya kemarin sempat ikut pelatihan kuliner. Saya pilih buat pecel ayam, karena saya suka, mudah juga buatnya. Saya akan teruskan usaha ini karena saya ingin maju dan sukses. Terima kasih sudah memberi kesempatan ini,” tuturnya.

Direktur Operasi I PT. Waskita Karya (Persero) tbk, Didit Oemar Prihadi mengungkapkan, makanan yang disuguhkan rasanya ga kalah enak dengan makanan pada umumnya.

“Ya, rasanya enak. Saya pilih mencoba lele karena saya lihat ada kolam budidaya lele disini. Saya tertarik mencoba lele hasil budidaya penerima manfaat juga,” tandasnya.

(all)

Loading...

loading...

Feeds