Program Edukasi Mencegah Terjadinya KDRT

KETERANGAN : Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun memberikan keterangan pers. (foto : Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

KETERANGAN : Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun memberikan keterangan pers. (foto : Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung terus menggulirkan sejumlah program guna mencegah kekerasan di dalam keluarga.


Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun mengatakan bahwa pihaknya menggulirkan program Kampung Keluarga Berkualitas. Yaitu salah satu program guna meningkatkan peran keluarga dalam memberikan pendidikan kepada anaknya.

“Ada program bina keluarga balita, bina keluarga remaja, disitu petugas kita, kader kita memberikan pembinaan terhadap ibu-ibu,  mengedukasi ibu kemudian menyampaikan kembali kepada keluarganya,” ujar Hairun saat wawancara diruang kerjanya, Soreang, Senin (22/2/2021).

Di tengah pandemi Covid 19 ini, Hairun mengatakan bahwa Ibu memiliki fungsi yang sangat penting. Diantaranya adalah fungsi pendidikan, fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan hingga fungsi agama.

“Ibu sebagai pendidik, artinya memberikan edukasi pendidikan kepada anggota keluarganya, baik itu anaknya maupun suaminya dan lainnya. Bagaimana anggota keluarga itu terhindar dari penularan Covid 19 dengan program 5 M,” ucap Hairun.

Sebagai fungsi kasih sayang, lanjut Hairun, seorang ibu harus harus bisa memberikan kasih sayang dan pembinaan. Misalnya, kalau ada pelajaran yang tidak dikuasai anak, seorang ibu tidak boleh sampai tertekan sehingga mengakibatkan terjadinya kekerasan.

Hairun mengatakan jangan sampai terjadi suasana perang dunia di dalam rumah. Pasalnya, hal itulah yang biasa memunculkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds