Pasca Pergerakan Tanah Longsor Warga Batulawang Minta Direlokasi

SUASANA: Suasana bencana longsor pergerakan tanah di Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.(foto : IST)

SUASANA: Suasana bencana longsor pergerakan tanah di Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.(foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Pasca pergerakan tanah dan longsoran material yang terjadi di wilayah Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, sejumlah warga mengharapkan adanya relokasi.


Bahkan hingga saat ini, akses jalan pun belum bisa dilewati secara maksimal, terlebih bagi kendaraan roda empat. Menurut informasi yang dihimpun, bencana longsor dan pergerakan tanah itu terjadi di Kedusunan 04, Desa Batulawang yang mengakibatkan jalan sepanjang 200 meter amblas, serta beberapa rumah warga terancam ambrol.

Salah seorang tokoh pemuda di Desa Batulawang, Rendi (25) mengaku, pergeseran tanah itu menimbulkan jalan kampung Sindanglangu amblas dan mengalami retakan yang cukup menjalar.

“Akses jalan rabat beton itu amblas, berdampak terhadap lajunya perekonomian rakyat khususnya angkutan hasil pertanian terganggu,” ujarnya.

Menurutnya, di wilayah tersebut bisa dibilang langganan pergeseran tanah dan sewaktu-waktu bisa terjadi lagi lantaran struktur tanahnya labil.

“Maka perkampungan di sekitar Sindanglangu dan Kampung Tajurkulon perlu direlokasi termasuk akses jalan harus dipindahkan,” tandasnya.

Seperti dikatakan Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi menyebut, jalan yang mengalami pergerakan tanah itu menghubungkan dari Sindanglayu ke beberapa RT. Salah satunya adalah Kampung Neglasari, Tajur dan kampung Garung.

“Itu semuanya ada di RW 12. Termasuk jalan itu juga salah satunya adalah akses ke SDN Neglasari,” kata dia.

Untuk saat ini, Nanang mengaku, kondisi pergeseran tanahnya pun semakin parah. Akses penghubung antara RW 10 dengan RW 12 rusak parah.

“Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak +/- 53 KK. Dengan total rumah yang terdampak parah sebanyak dua rumah, dan beberapa lainnya mengalami retakan yang menimbulkan kekhawatiran,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

DLH Keluhkan Anggaran Perawatan Kendaraan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang mengakui bahwa penanganan sampah di wilayah Subang tidak berjalan dengan optimal …