Pembatasan Penggunaan Plastik Mulai dari Pasar

RAMAH LINGKUNGAN: Penjual memasukan barang dagangan kedalam kantong yang terbuat dari kertas dan kain saat sosialisasi program Pasar Bebas Plastik Yang Ramah Lingkungan di Hallway Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (18/2/2021). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

RAMAH LINGKUNGAN: Penjual memasukan barang dagangan kedalam kantong yang terbuat dari kertas dan kain saat sosialisasi program Pasar Bebas Plastik Yang Ramah Lingkungan di Hallway Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (18/2/2021). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menekan jumlah produksi sampah plastik. Salah satunya dengan mendorong penggunaan produk atau tas yang bisa digunakan secara berulang.


“Sebisa mungkin kita mengurangi penggunaan kantong plalstik sekali pakai. Nanti akan kita ganti dengan tas-tas yang bisa dipakai berulang-ulang,” ucap Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Yana mengatakan, dengan mengurangi penggunaan plastik maka bisa tercipta peluang usaha lain sebagai pengganti dan hal ini bisa menjadi peluang bagi UMKM di Kota Bandung untuk memproduksi tas belanja dengan lebih kreatif.

“Mudah-mudahan, pelaku UMKM bisa manfaatkan peluang ini. Kan pelaku usaha di Kota Bandung terkenal kreatif,” katanya.

Seperti diketahui, Pemkot Bandung tengah berupaya melakukan pengurangan penggunaan kantong plastik. Sebagai salah satu penyumbang terbesar penggunaan kantong plastik, Pemkot Bandung memulai dengan pengurangan di pasar.

“Untuk sementara kami mulai dengan Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit,” terang Yana.

Menurut Yana dengan mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar, diharapkan bisa mengurangi tumpukan sampah secara keseluruhan.

“Sebisa mungkin kita mengurangi penambahan sampah. Baru langkah selanjutnya, adalah mendaur ulang sampah itu sendiri,” tegasnya.

Senada dengan Yana, Koordinator Gerakan Diet Plastik, Rahyang Nusantara mengatakan, sebagai tahap awal gerakan ini dimulai di pasar.

“Targetnya 2030, tidak ada lagi penggunaan sampah plastik sekali pakai,” tuturnya.

Sebagai tahap awal, diharapkan bisa mengurangi penggunaan kantong plalstik hingga 30 persen tahun ini. Mengingat tahun sebelumnya bisa berkurang 10 persen.

“Selain di pasar tradisional, kita juga meminta dunia retail seperti pasar modern melakukan hal serupa. Bisa dimulai dengan kasir yang menanyakan apakah pembeli membawa kantong plastik atau tidak. Jika membawa maka bisa bisa langsung digunakan,” terangnya.

Rahyang mengingatkan, dampak penggunaan plastik sekali pakai nampak murah namun berimbas kepada kerusakan lingkungan.

“Selain itu, jika dihitung dengan benar, menggunakan kantong belanja jauh lebih hemat dibandingkan kantong plastik sekali bayar. Karena bisa digunakan berkali-kali dan lebih hemat,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds