Minim Alat Tes dan Infrastruktur di Kabupaten Bandung

PENCEGAHAN : Pemkab Bandung Barat melakukan rapid tes kepada pengunjung wisata, di kawasan Lembang, beberapa waktu lalu. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PENCEGAHAN : Pemkab Bandung Barat melakukan rapid tes kepada pengunjung wisata, di kawasan Lembang, beberapa waktu lalu. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Rendahnya angka testing (pemeriksaan) covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadikan angka perbandingan jumlah kasus Covid-19 dengan jumlah tes pun dibawah standar WHO.


Dalam hal ini, organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO), punya standar testing harian minimum yakni 1 per 1.000 penduduk dalam sepekan. Sementara untuk standar positivity rate-nya di bawah 5 persen.

Sejak bulan Maret 2020 hingga Februari 2021, Dinas Kesehatan Bandung Barat baru melakukan 21.846 pemeriksaan. Sehingga, perbandingan jumlah kasus Covid-19 dengan jumlah tes, di KBB saat ini sebesar, 22,4 persen.

Meski demikian, pihak pemerintah tidak menampik rendahnya angka pemeriksan covid-19 tersebut.

“Diakui memang angka tes Corona di KBB masih rendah. Itu lantaran tes tidak dilakukan secara masif. Kita hanya melakukan tes manakala ada yang positif,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Imam Santoso.

Tidak dilakukannya testing secara masif, bukan berarti Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak berupaya melenyapkan virus corona di wilayahnya. Namun ada beberapa kendala seperti, alat tes dan kesiapan infrastruktur yang belum menunjang.

Bahkan, hingga saat ini pihaknya masih mengandalkan Rapid Test Antigen untuk testing Covid-19. Jumlah Rapid Test Antigen yang tersedia hanya 3.000, itupun untuk persediaan apabila ditemukan kasus positif.

“Untuk swab test biasa dilakukan di Labkesda. Memang kami kesulitan infrastruktur dan SDM jika harus tes masif,” ujarnya.

Sementara itu,  Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna berjanji akan menggencarkan kembali tes Covid-19 selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita akan masif lagi melakukan tes di masa PPKM. Ini kan baru satu pekan, Minggu kedua PPKM kita gencarkan,” ujar Umbara menegaskan.

(kro/b)

Loading...

loading...

Feeds