Tumpang Tindih Kebijakan Membuat Rakyat Kian Tertekan

MENCERMATI: Wakil Bupati Agus Masykur didampingi Kepala Desa Jalancagak, Indra berkeling mengunjungi beberapa stand produk UMKM

MENCERMATI: Wakil Bupati Agus Masykur didampingi Kepala Desa Jalancagak, Indra berkeling mengunjungi beberapa stand produk UMKM

Hampir genap satu tahun, virus Covid-19 bercokol di negeri tercinta Indonesia. Semakin hari kasus terinfeksi semakin meningkat. Seperti dilansir Merdeka.com,10/02/2021- Kasus positif Covid-19 bertambah 8.776 menjadi 1.183.555 kasus. Pasien sembuh bertambah 9.520 menjadi 982.972 orang. Pasien meninggal bertambah 191 menjadi 32.167 orang.


Tentu saja hal itu menimbulkan berbagai dampak negatif untuk masyarakat. Salah satu yang terkena imbas paling utama tentunya sektor ekonomi. Pandemi telah merenggut mata pencaharian ribuan karyawan yang di PHK, akibat resesi ekonomi yang terjadi, selain itu berbagai kebijakan pandemi yang terus berganti seperti PSBB, New Normal Life, dan saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat para pedagang kecil pengalami kemerosotan pendapatan. Akibatnya banyak diantara mereka yang gulung tikar dan kehilangan mata pencahariannya.

Di tengah situasi yang memilukan tersebut, rakyat sendiri yang harus menanggung kebutuhan pokok masing-masing, termasuk listrik, gas, dan lain-lain, sedangkan di sisi lain rakyat dibatasi aktivitasnya. Adapun pemberian bantuan berupa Bansos tidaklah cukup untuk menutupi kebutuhan pokok rakyat, karena disamping jumlahnya, distribusinya pun tidak merata bahkan sebagian dana tersebut tidak luput dari korupsi.

Akibatnya berbagai upaya dilakukan sekadar agar dapat bertahan hidup ataupun lebih jauhnya agar perekenomian rakyat bisa kembali menggeliat, peningkatan atau pemulihan ekonomi masyarakat menjadi fokus perhatian semua pihak. Sebagaimana dilansir PORTAL BANDUNG TIMUR, 4/02/2021 – Camat Rancaekek Baban Banjar bekerjasama dengan Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Demokrat Yayat Sudayat berencana memanfaatkan lahan kosong di Blok IV sekitar Gedung Serbaguna Kelurahan Rancaekek Kencana Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung akan digunakan tempat pengembangan usaha kuliner.

Yayat Sudayat mengatakan, rencana pemanfaatan lahan kosong untuk pengembangan ekonomi masyarakat itu sebagai langkah positif di masa pandemi Covid-19. ”Melalui pengembangan UMKM wisata kuliner yang dihasilkan oleh warga sekitarnya diharapkan menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Yayat Sudayat, di sela-sela meninjau lokasi di Kelurahan Rancaekek Kencana.

Bila kita telisik lebih dalam, inisiatif berbagai pihak yang prihatin terhadap kondisi UMKM yang kian terpuruk ini, tentu saja dapat dipandang sebagai langkah positif, namun perlu kita kaji lagi apakah langkah ini sebagai sebuah solusi yang dapat menyelamatkan kondisi ekonomi yang sedang dalam keterpurukan?

Karena sejatinya setiap kebijakan satu dan yang lainnya harus saling berkesinambungan dan saling mendukung. Namun, pada faktanya beberapa kebijakan yang lahir dari para pemimpin negeri ini terkadang saling bertentangan, seperti rencana pemanfaatan lahan kosong sebagai tempat pengembangan wisata kuliner di Rancaekek Kabupaten Bandung, di tengah pemberlakuan-pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai dari tingkat desa, kampung, RT dan RW, dan melibatkan dari Satgas dari pusat sampai Satgas terkecil.

Dimana Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam pendekatan berbasis mikro ini, dianggap penting untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan penegakan hukum ini sepertinya saling bertentangan dan tumpang tindih kebijakan. Karena disisi lain pemerintah sampai tingkat desa, RW dan RT memberlakukan PPKM, disisi lain digalakan pengembangan wisata kuliner.

Alhasil upaya ini tidak akan optimal berjalan, karena dengan situasi dan aktivitas yang serba terbatas ini tentu saja akan membuat daya beli masyarakat penurun disamping durasi waktu berjualan pun dibatasi. Bila sudah begini rakyat sendiri yang harus terus memutar otak untuk dapat bertahan hidup ditengah situasi sulit.

Inilah kebijakan tambal sulam ala kapitalis yang jelas telah gagal memberi solusi pemenuhan kebutuhan manusia. Padahal sudah menjadi kewajiban bagi negara menjamin rakyatnya dari kebutuhan sandang pangan dan papan yang di berikan sesuai porsinya, bukan rakyat dibiarkan mengatur dirinya sendiri. Sungguh semakin nampak kezaliman sistem kapitalisme ini, sangat jauh berbeda dengan sistem Islam ketika mengurusi urusan umat ketika terjadi wabah, Rasulullah menetapkan karantina dan memenuhi kebutuhan pokok umatnya.

Islam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyat secara langsung maupun tidak langsung, terutama dalam kondisi wabah seperti saat ini. Agar penyakit tidak meluas, wilayah yang menjadi pusat penyakit harus diisolasi. maka negara Islam akan mengisolasi pusat wabah tersebut. Namun isolasi tersebut tidak boleh mengabaikan kebutuhan warga setempat. Artinya khalifah (pemimpin) bertanggungjawab memenuhi kebutuhan ekonomi rakyat selama proses isolasi.

Selain itu Islam memandang bahwa hilangnya nyawa seorang muslim lebih lebih besar perkaranya dari pada hilangnya dunia. Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Pemimpin atau khalifah dalam sistem Islam dengan tulus dan ikhlas tanpa ada perhitungan memenuhi kebutuhan hidup rakyat dan bertanggungjawab penuh melindungi rakyatnya tidak menelantarkan dan membiarkan rakyat mengatur hidupnya. Sungguh mengangumkan ketika Islam benar-benar di terapkan, hukum Al-Qur’an di tegakkan, dan syariat terealisasikan dengan sempurna maka keadilan dan kesejahteraan akan didapatkan. Maka tak ada yang mampu menyaingi keseriusan sistem Islam dalam mengurusi memimpin dunia ini.
Wallahu a’lam bishshawab.

Oleh Rina Tresna sari, S.Pd.I
Praktisi Pendidikan dan Member AMK

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.