Sekolah di Cimahi Belum Siap Laksanakan PTM

BELAJAR: Siswa dan siswi dari Sekolah Dasar Mandiri Lima Cimahi saat belajar praktik di Taman Alun - alun Cimahi, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu sebelum adanya Covid-19.(foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

BELAJAR: Siswa dan siswi dari Sekolah Dasar Mandiri Lima Cimahi saat belajar praktik di Taman Alun - alun Cimahi, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu sebelum adanya Covid-19.(foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 86 persen sekolah di kota Cimahi belum siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu berdasarkan survey Dinas Pendidikan Kota Cimahi soal kesiapan sekolah menerapkan di tengah pandemi COVID-19.


Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, berdasarkan survey dari Disdik kota Cimahi hasilnya hanya 14 persen sekolah di Cimahi yang siap melaksanakan PTM. Artinya Pemerintah Kota Cimahi tidak akan memberlakukan PTM dalam waktu dekat.

“Baru 14 persen sekolah yang setuju PTM setelah kita survey. Artinya saat ini kita akan tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Apalagi pertimbangannya kasus COVID-19 masih menunjukkan tren kenaikan meskipun ditunjang dengan angka kesembuhan yang juga meningkat,” ujar Ngatiyana kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

Untuk menunjang pelaksanaan PJJ selama pandemi COVID-19, Dinas Pendidikan kota Cimahi juga bakal berkolaborasi dengan stasiun televisi nasional dan lokal menayangkan pendidikan untuk siswa jenjang SMP.

“Kita akan kolaborasi dengan televisi nasional dan lokal membuat tayangan pendidikan jenjang SMP, karena kalau yang PAUD-SD sudah ada. Nanti akan sosialisasi dulu ke masyarakat untuk mempermudah mengakses tayangan pendidikan di TV tersebut,” jelasnya.

Menurut Ngatiyana, produk tayangan pendidikan di televisi ini untuk memperkaya pembelajaran para siswa di rumah. Apalagi terdata cukup banyak siswa yang terkendala selama belajar daring karena ketiadaan gawai.

“Ada sekitar 340 siswa SD dan 600 siswa SMP yang tidak bisa belajar daring karena tidak ada HP. Maka kita ambil langkah belajar lewat TV,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, pihaknya juga bakal menerjunkan guru yang baru diangkat dalam CPNS 2019 untuk membantu anak-anak kelas I dan II SD yang belum bisa baca tulis

“Data di Disdik Cimahi ada 1.126 siswa kelas II SD yang belum bisa baca tulis, itu juga akan kita bantu dengan menerjunkan guru yang baru jadi CPNS 2019 untuk memberi pelajaran ke anak-anak yang belum baca tulis,” ujarnya.

Ngatiyana mengklaim berbagai kebijakan dalam mendukung pelaksanaan PJJ di tengah pandemi COVID-19 diterapkan agar para siswa tidak ketinggalan dalam menyerap pembelajaran.

“Terobosan ini kita lakukan agar proses belajar mengajar bisa tetap berlangsung. Program ini kita laporkan ke Kemendikbud dan Disdik Jabar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Harjono menambahkan jajaran pegawai kecamatan akan turut membantu penanganan siswa yang terkendala dalam PJJ.

Program yang diusulkan mulai dari gerakan orangtua asuh hingga gerakan peminjaman ponsel kepada siswa yang tak punya ponsel sesuai jam belajar.

“Kecamatan akan diberi data siswa by name by address yang mengalami kendala belajar daring maupun kesulitan baca. Lalu Camat akan menyisir para siswa tersebut misalnya dengan menurunkan kader dan sebagainya untuk mencari siswa bermasalah itu,” tandasnya.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …